Pencarian

Presiden Prabowo Sebut Investasi Besar-Besaran Siap Masuk Indonesia, Realisasi Capai Rp 1.010 Triliun

Rabu, 16 September 2026 • 23:01:31 WIB
Presiden Prabowo Sebut Investasi Besar-Besaran Siap Masuk Indonesia, Realisasi Capai Rp 1.010 Triliun
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan dalam program "Presiden Prabowo Menjawab" di Jakarta, Rabu.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia akan kembali kedatangan investasi besar-besaran dalam beberapa pekan ke depan. Keyakinan itu disampaikan dalam program "Presiden Prabowo Menjawab" yang dirilis Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Rabu, dengan merujuk pada sejumlah indikator ekonomi yang dinilai tetap kuat di tengah gejolak global. Realisasi investasi hingga Juni 2026 sendiri telah mencapai Rp 1.010 triliun.

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyebut gelombang investasi besar akan masuk ke Indonesia dalam waktu dekat. Pernyataan itu disampaikan dalam program "Presiden Prabowo Menjawab" yang dirilis Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Rabu.

Menurut Kepala Negara, optimisme tersebut berdasar pada sejumlah indikator makroekonomi yang menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Realisasi investasi hingga Juni 2026 tercatat Rp 1.010 triliun, atau berjalan sesuai target APBN.

"Ini beberapa minggu ke depannya, tunggu saja, akan ada investasi besar-besaran masuk ke Indonesia. Akan besar-besaran," kata Prabowo.

Realisasi Investasi 2025 Capai Rp 1.931 Triliun

Pada 2025, realisasi investasi disebut mencapai Rp 1.931 triliun. Angka itu turut berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja baru.

Sepanjang 2025, terdapat 2,7 juta lapangan kerja baru. Sementara hingga tahun berjalan 2026, pemerintah telah mencatat pembukaan sekitar 1,4 juta lapangan kerja.

Presiden menegaskan investasi tersebut bukan berasal dari program pemerintah, melainkan aktivitas modal yang masuk ke Indonesia di tengah kondisi global yang masih bergejolak.

Inflasi 2,92 Persen dan Defisit di Bawah 3 Persen

Keyakinan Prabowo terhadap masuknya investasi dalam jumlah besar didasarkan pada pertemuannya dengan sejumlah pelaku usaha besar dunia. Para investor itu, kata dia, menilai fundamental ekonomi Indonesia sebagai alasan menanamkan modal.

"Saya sudah ketemu pemain-pemain besar di dunia, mereka datang ke Indonesia, mereka tahu fundamental ekonomi kita kuat dan aman," ujarnya.

Prabowo menyoroti tingkat inflasi yang berada di level 2,92 persen, rasio utang yang relatif rendah, serta defisit yang masih di bawah batas 3 persen.

"Ekonomi kita bagus. Inflasi kita salah satu terendah di dunia. 2,92 persen. Anda bayangkan," kata Presiden.

Ia membandingkan posisi defisit Indonesia dengan sejumlah negara lain. Menurut Prabowo, defisit Indonesia berada di bawah 3 persen, sementara Filipina mencapai sekitar 6 persen, India 4,6 persen, dan Prancis 5,4 persen.

Proyeksi Goldman Sachs: Indonesia Ekonomi Ke-4 Dunia pada 2050

Presiden menilai prospek ekonomi Indonesia dalam jangka panjang masih sangat besar. Ia merujuk pada proyeksi Goldman Sachs yang memperkirakan Indonesia dapat menjadi salah satu ekonomi terbesar dunia pada 2050.

"Semua dunia yakin Indonesia akan menjadi ekonomi ke-6, ke-5, ke-4. Dunia. Dalam tahun 2050, which is 25 tahun ke depan," katanya.

Optimisme pemerintah itu muncul ketika persaingan memperebutkan arus investasi global semakin penting bagi negara-negara berkembang. Bagi Indonesia, stabilitas inflasi, pengelolaan APBN, serta tingkat utang dan defisit menjadi indikator yang diperhatikan investor ketika menilai ketahanan ekonomi suatu negara.

"Jadi, semua orang percaya sama Indonesia. Makanya mereka mau datang ke Indonesia. Saya sangat optimis," ujar Presiden Prabowo.

Dengan sejumlah indikator tersebut, pemerintah menyatakan akan terus menjaga momentum ekonomi sekaligus menarik investasi masuk ke Indonesia.

Follow belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks