Pencarian

Harga Daging Ayam Ras di Babel Naik 13,04 Persen Jadi Rp49.354 per Kilogram, TPID Diminta Bergerak Cepat

Kamis, 17 September 2026 • 15:28:31 WIB
Harga Daging Ayam Ras di Babel Naik 13,04 Persen Jadi Rp49.354 per Kilogram, TPID Diminta Bergerak Cepat

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rommy S. Tamawiwy meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat langkah pengendalian harga daging ayam ras. Permintaan itu muncul setelah harga komoditas tersebut naik 13,04 persen secara bulanan pada September 2026 menjadi Rp49.354 per kilogram, atau 23,39 persen di atas Harga Acuan Penjualan Bapanas Rp40.000 per kilogram.

PANGKALPINANG — Kenaikan harga daging ayam ras di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat signifikan pada September 2026. Berdasarkan hasil survei Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), rata-rata harga komoditas itu mencapai Rp49.354 per kilogram, naik dari Rp43.661 per kilogram pada Agustus 2026.

Angka tersebut setara dengan kenaikan 13,04 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Harga itu juga 23,39 persen lebih tinggi dibandingkan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas), yakni Rp40.000 per kilogram.

Empat Pemicu Kenaikan Harga Daging Ayam Ras

Rommy menyebutkan sejumlah faktor yang diduga mendorong kenaikan harga daging ayam ras. Faktor pertama, tingginya harga ikan laut akibat keterbatasan stok yang dipengaruhi cuaca ekstrem.

"Kondisi ini mengakibatkan masyarakat beralih ke daging ayam ras dalam rangka pemenuhan kebutuhan protein," ujarnya.

Faktor berikutnya adalah gangguan produksi yang berdampak terhadap pasokan ayam. Peningkatan kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menambah tekanan permintaan.

Kecenderungan pelaku usaha mempertahankan margin keuntungan sejalan dengan tingginya harga pembelian juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Pelaksanaan acara keagamaan yang waktunya berdekatan ikut mendorong peningkatan kebutuhan daging ayam ras.

Inspeksi Mendadak hingga Investigasi Rantai Nilai Jadi Langkah Awal

Rommy menekankan perlunya TPID bergerak cepat untuk mengantisipasi kenaikan harga daging ayam ras yang masih berlanjut. Ia menyampaikan beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan melalui kolaborasi TPID dan Tim Satgas Pangan.

Salah satunya inspeksi mendadak ke kandang Day Old Chick (DOC) serta peternak ayam ras mandiri maupun kemitraan berskala besar.

"Pemeriksaan dari sisi hulu diperlukan untuk memastikan kendala riil di lapangan, termasuk gangguan akibat penyakit atau wabah," katanya.

TPID bersama Tim Satgas Pangan juga perlu melakukan investigasi rantai nilai komoditas daging ayam ras dari hulu hingga hilir. Investigasi itu mencakup pemantauan HAP di tingkat konsumen, deteksi potensi spekulasi pedagang, serta inspeksi ke distributor untuk memeriksa indikasi penimbunan stok daging ayam ras segar maupun beku.

Dorong Pasokan dari Luar Daerah dan Cari Protein Alternatif

TPID juga perlu memastikan kelancaran distribusi pasokan pangan dari luar daerah. Koordinasi dengan produsen dan instansi vertikal terkait diperlukan untuk mengidentifikasi akar permasalahan dan mencari solusi peningkatan produksi ayam lokal di Bangka Belitung.

Dalam mengantisipasi peningkatan kebutuhan daging ayam ras untuk SPPG, TPID dapat berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Salah satu opsi yang disiapkan adalah mencari sumber alternatif protein hewani selain ayam ras guna mengurangi tekanan permintaan terhadap komoditas tersebut.

BI Kirim 7.000 Kilogram Daging Ayam Beku ke Belitung Timur

Bank Indonesia terus mendukung upaya stabilisasi harga melalui implementasi program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Dukungan itu dilakukan lewat fasilitasi Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM).

BI juga memperluas Kerja Sama Antar Daerah (KAD) bersama TPID untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan, serta Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP).

"Bank Indonesia telah memberikan fasilitasi pengiriman 7.000 kilogram daging ayam beku ke Belitung Timur sebagai bagian dari dukungan terhadap kelancaran distribusi pangan," ujarnya.

Selain itu, Bank Indonesia mendukung penguatan kompetensi anggota TPID dan klaster pangan melalui kegiatan capacity building. Komunikasi publik juga dilakukan untuk menjaga ekspektasi masyarakat terhadap perkembangan harga pangan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebelumnya mencatat inflasi pada Agustus 2026 sebesar 3,94 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Kenaikan harga daging ayam ras menjadi salah satu faktor penyumbang inflasi tersebut.

Follow belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks