BANGKA — Sesi puisi esai bersama Rita Orbaningrum berlangsung di tepi Pantai Aek Anyer, Sabtu, 19 September 2026. Puluhan penggiat literasi yang hadir tidak hanya mendapat materi menulis, tetapi juga diajak memaknai literasi secara lebih luas. TBM Arisya menyebut kegiatan sengaja dikemas dalam suasana terbuka agar proses belajar tidak kaku.
Menulis Seperti Air yang Mengalir
Rita menyampaikan pesan sederhana kepada peserta: teruslah menulis seperti air yang mengalir. Menurutnya, berpuisi esai itu mudah karena penulis menuliskan pengalaman hidupnya sendiri, sesuatu yang nyata dan alami.
Rita menilai puisi esai tidak harus rumit. Kehidupan sehari-hari, katanya, bisa menjadi sumber inspirasi yang tak pernah kering bagi siapa pun yang mau menulis.
Belajar Literasi di Tepi Pantai, Bukan di Ruang Kelas
Ketua TBM Arisya M. Arifin mengatakan suasana terbuka di pantai sengaja dipilih agar belajar tidak terasa kaku. Pihaknya berharap kegiatan sederhana itu melahirkan generasi yang berpendidikan dan berkemampuan literasi baik.
"Harapan kita kegiatan sederhana yang dikemas dalam suasana terbuka ini dapat melahirkan generasi yang berpendidikan, memiliki kemampuan literasi, serta mampu berkontribusi bagi lingkungan," kata Arifin.
Peserta juga diajak memperluas pemahaman mengenai makna literasi. Belajar tidak melulu berlangsung di dalam ruangan, tetapi bisa dilakukan di ruang terbuka dengan cara yang menyenangkan.
Literasi Bukan Sekadar Baca dan Tulis
Dalam kesempatan itu, Didik Setiawan, Dicky Ruchyat Shidik, dan Namlul Wadi turut berbagi pandangan soal pentingnya kecakapan literasi. Literasi dinilai tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis.
Cakupan literasi menurut mereka meliputi kemampuan membaca lingkungan, memahami perkembangan teknologi, serta menggunakannya secara bijak. Kecakapan itu dinilai menjadi modal warga untuk bertahan dan bersaing ke depan.
"Kita semakin yakin bahwa masyarakat kita semakin lebih baik, memiliki kecakapan hidup, dan siap bertahan serta bersaing ke depannya," ucapnya.
Respons Peserta: Belajar di Alam Terbuka Lebih Menyenangkan
Salah satu peserta, Tantri, mengaku senang mendapat ilmu peningkatan literasi. Ia menilai suasana pembelajaran yang tidak hanya fokus di ruangan memberi pengalaman berbeda.
"Apalagis suasana pembelajaran yang tidak hanya fokus di ruangan, tetapi juga di ruang terbuka, bisa menjadi pembelajaran yang menyenangkan," kata Tantri.
Kegiatan TBM Arisya di Pantai Aek Anyer menambah deretan ruang belajar alternatif bagi warga Bangka. Formatnya sederhana, tetapi menyentuh langsung kebutuhan pegiat literasi di daerah.