Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung menyatakan komitmen mengawal hilirisasi komoditas lokal agar siap bersaing di pasar internasional. Pengawalan menyasar sejumlah produk unggulan daerah, mulai dari lidi nipah, lada putih, hingga produk perikanan. Target berikutnya, kerajinan berbahan lidi nipah dari Bangka Belitung diarahkan menembus pasar Prancis.
PANGKALPINANG — Kepala Karantina Kepulauan Bangka Belitung Herwintarti menyebut pihaknya siap mendampingi pelaku usaha mengolah komoditas mentah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi. Menurut dia, pengawalan dilakukan agar produk yang diekspor memenuhi standar mutu internasional dan aman dikonsumsi.
"Kita siap mengawal hilirisasi komoditas lokal ini, agar produk yang diekspor memenuhi standar mutu internasional dan aman dikonsumsi," kata Herwintarti di Pangkalpinang.
Komitmen itu mencakup sejumlah komoditas andalan daerah, seperti lidi nipah, lada putih, dan produk perikanan. Karantina memastikan setiap komoditas yang akan dilalulintaskan lolos ketentuan perkarantinaan sebelum dikirim ke negara tujuan.
Lidi Nipah Jadi Contoh Produk Bernilai Tambah
Herwintarti mencontohkan lidi nipah sebagai salah satu potensi yang bisa dikembangkan lewat kreativitas dan inovasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Pengembangan kerajinan berbahan lidi nipah dinilai dapat membuka peluang usaha baru bagi warga.
"Produk lidi nipah ini selain meningkatkan nilai produk, pengembangan kerajinan berbahan lidi nipah diharapkan membuka peluang usaha dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat," ujarnya.
Dari komoditas yang semula sederhana, lidi nipah kini mulai diarahkan menjadi produk bernilai tambah. Target berikutnya adalah membawa kerajinan asal Bangka Belitung itu menembus pasar Prancis dan pasar internasional lainnya.
Pemeriksaan dan Sertifikasi Sesuai Persyaratan Negara Tujuan
Dalam menjalankan perannya, Karantina Babel memastikan komoditas tumbuhan yang akan dilalulintaskan memenuhi ketentuan perkarantinaan. Pemeriksaan dan sertifikasi dilakukan sesuai ketentuan serta persyaratan yang ditetapkan negara tujuan.
Langkah ini menjadi kunci agar produk lokal tidak ditolak di pelabuhan negara importir. Sertifikasi yang lengkap juga mempercepat proses bongkar muat dan menekan risiko kerugian bagi eksportir.
Hilirisasi Diarahkan agar Sumber Daya Tidak Berhenti Jadi Bahan Mentah
Herwintarti menuturkan, pemerintah tengah mendorong hilirisasi agar sumber daya Indonesia tidak berhenti dipasarkan sebagai bahan mentah. Sumber daya diarahkan diolah di dalam negeri menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
"Saat ini pemerintah tengah mendorong hilirisasi yang diarahkan agar sumber daya Indonesia tidak berhenti dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi diolah di dalam negeri menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi," katanya.
Bagi pelaku UMKM di Bangka Belitung, pendampingan karantina membuka jalan memperluas pasar tanpa harus mengurus sendiri dokumen ekspor dari nol. Produk kerajinan dan hasil pertanian bernilai tambah diharapkan menambah pendapatan daerah.
Karantina Kepulauan Babel menyatakan akan terus mendampingi pelaku usaha selama proses hilirisasi berjalan. Pengawalan difokuskan pada pemenuhan persyaratan negara tujuan agar produk lokal mampu bersaing di pasar internasional.