Pencarian

Manchester City Dinyatakan Bersalah atas Mayoritas 115 Dakwaan Pelanggaran Finansial

Minggu, 27 September 2026 • 21:39:31 WIB
Manchester City Dinyatakan Bersalah atas Mayoritas 115 Dakwaan Pelanggaran Finansial
Manchester City dinyatakan bersalah atas mayoritas 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial Premier League.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Manchester City dinyatakan bersalah atas mayoritas dari 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial Premier League, lebih dari dua tahun setelah sidang dimulai. Putusan panel independen itu sudah dikirim ke petinggi klub pekan ini, namun hukuman apa yang menanti City masih menjadi tanda tanya besar.

Kabar putusan itu pertama kali mencuat lewat laporan The Athletic. BBC Sport kemudian mendapat informasi bahwa berkas putusan dikirim ke para eksekutif klub pada pekan ini, dan mereka harus menandatangani perjanjian kerahasiaan sebelum membuka dokumen tersebut.

Hingga kini, Premier League belum buka suara secara resmi soal isi putusan. Manchester City pun tidak menyinggung status bersalah mereka dalam pernyataan terbaru, hanya menegaskan bahwa "proses masih berjalan" dari sudut pandang klub, dengan banding diperkirakan menyusul.

Banding dan Sidah Sanksi Bisa Berbulan-bulan

Putusan bersalah bukan akhir dari segalanya. Karena City konsisten membantah semua tuduhan, perkara ini akan berlanjut ke sidang sanksi yang digelar panel independen.

BBC Sport diberi tahu bahwa sidang sanksi itu bisa masih berbulan-bulan lagi, dan hasilnya berpotensi baru dipublikasikan setelah proses banding rampung. Artinya, ketidakpastian bisa makin panjang, bukan makin pendek.

Dalam sidang sanksi nanti, semua opsi terbuka: denda, pengurangan poin, hingga degradasi. Situasi ini berbeda dengan kasus Chelsea awal tahun ini, di mana klub melaporkan diri sendiri dan mengakui kesalahan, sehingga bisa bernegosiasi dengan Premier League dan mencapai kesepakatan sanksi.

Mengapa Sanksi Poin Besar Terasa Tak Terhindarkan

Everton pernah dikenai pengurangan enam poin, yang dikurangi dari 10 poin setelah banding, lalu dua poin lagi dalam kasus terpisah terkait aturan profitabilitas dan keberlanjutan (PSR). Nottingham Forest dipotong empat poin.

Semua itu dianggap pelanggaran ringan. Sementara City menghadapi tujuh dakwaan terpisah terkait PSR di Premier League saja, plus lima dakwaan lain yang berkaitan dengan kompetisi UEFA.

Belum lagi tuduhan soal pendapatan sponsor yang digelembungkan lewat rekening perusahaan sebagai cara memenuhi aturan financial fair play, pembayaran ke pemain dan manajer, serta kegagalan mematuhi investigasi.

Integritas Kompetisi Taruhannya

Jika musim ini berlalu tanpa keputusan soal sanksi, padahal publik sudah tahu City bersalah atas mayoritas dakwaan, apa artinya bagi integritas kompetisi?

Bisa saja hukuman diberlakukan mundur ke musim ini saat akhirnya dijatuhkan. Tapi skenario itu dinilai tidak realistis. Coventry, misalnya, kini berada di posisi tiga terbawah. Bagaimana jika mereka terdegradasi, padahal seharusnya selamat andai sanksi City turun musim ini?

Ada argumen kuat bahwa kesepakatan sanksi adalah jalan keluar terbersih. Namun opsi itu berat bagi Premier League karena mereka harus bernegosiasi dengan City, yang hampir pasti menginginkan hukuman lebih ringan.

Dampak ke Peta Persaingan

Ketidakpastian ini juga membayangi rival-rival City. Liverpool dijadwalkan menjamu Manchester City pada 11 Oktober saat Premier League kembali bergulir setelah jeda internasional. Jika Liverpool menang, mereka bisa menjauh enam poin di puncak klasemen.

Pertanyaannya, apakah keunggulan itu nanti jadi tak bermakna jika sanksi terhadap City baru dijatuhkan belakangan? Sampai sekarang, tidak ada yang bisa memastikan kapan saga ini benar-benar berakhir.

Follow belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bbc.co.uk

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks