KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — General Motors meninggalkan sistem setir recirculating ball berhidrolik yang dipakai puluhan tahun pada pikap heavy-duty, digantikan rack-and-pinion dengan electric power steering (EPS) di Chevrolet Silverado HD dan GMC Sierra HD 2027. Perubahan ini diklaim membuat kemudi lebih presisi saat menarik trailer hingga 38.000 pon, sekaligus menjaga rasa setir tetap konsisten ketika bak kosong maupun bermuatan penuh. GM menjadi pabrikan pertama di kelasnya yang menerapkan kombinasi ini, lebih dulu dari Ford dan Ram.
Keputusan itu disampaikan langsung oleh Ken Morris, senior vice president product integration, safety, dan motorsports GM, dalam wawancara dengan The Drive. Menurut Morris, rack-and-pinion memberi pengemudi kejelasan posisi kendaraan yang sulit dicapai sistem lama, terutama saat menarik beban berat di belakang.
Alasan GM Tinggalkan Recirculating Ball
Sistem recirculating ball memakai worm gear berulir dan ball bearing di dalam steering box. Konstruksi itu sudah terbukti tahan beban berat, karena itulah desain ini bertahan puluhan tahun di pikap heavy-duty. Rack-and-pinion bekerja dengan gear-and-bar langsung, lebih presisi, dan sudah lama dipakai di mobil penumpang hingga Corvette.
Morris menyebut perbedaan rasa kemudi paling terasa saat trailer 38.000 pon menempel di belakang. "Anda ingin tahu persis di mana posisi Anda," ujarnya. Dia membandingkan rasa kemudi Corvette ZR1 dan pikap heavy-duty sebagai kontinuum berbeda, tapi tujuannya sama: kontrol penuh di tangan pengemudi.
Sistem lama juga berubah rasa ketika ada tongue weight besar atau muatan di bak. Rack-and-pinion dengan EPS membuat karakter setir lebih konsisten, baik saat kosong maupun penuh. "Ketangguhan pengalaman berkendara itulah yang kami inginkan," kata Morris.
EPS yang Sudah Melewati Kurva Pembelajaran
Morris mengakui EPS generasi awal tidak bagus. Kemampuan sistem ini membaik bertahun-tahun sampai akhirnya layak dipakai di pikap heavy-duty. GM juga satu-satunya di kelas ini yang memakai independent front suspension, bukan solid axle, dengan alasan yang sama: rasa berkendara lebih baik.
Salah satu keunggulan EPS menurut Morris adalah kemudahan tuning. Insinyur bisa mengatur rasa kemudi lewat laptop, tanpa harus menggiling profil di gear yang memakan waktu dan memperlambat iterasi pengembangan.
Dia menyoroti beban pada tie rod yang masuk ke knuckle sebagai titik yang sering diremehkan orang. Beban itu bervariasi tergantung kondisi jalan dan gaya lateral, dan EPS membuat pengelolaannya jauh lebih presisi.
Klaim Rasa Berkendara: Nyaman Tanpa Muatan, Kokoh Saat Penuh
Morris menghabiskan seluruh kariernya di bidang integrasi, menyetel rasa setir, rem, dan dinamika berkendara. Menurut dia, pikap heavy-duty historisnya kaku karena spring keras dan dibangun untuk mengangkut.
Pada Silverado HD dan Sierra HD 2027, klaimnya, truk terasa nyaman dikendarai tanpa muatan, sampai-sampai pengemudi sulit menebak ini pikap heavy-duty jika matanya ditutup. Begitu diberi muatan, kendaraan tetap kokoh dan mampu. "Yang langsung menonjol adalah rasa setirnya. Ini perubahan besar," ujar Morris.
GM belum mengumumkan harga resmi maupun jadwal produksi kedua model ini. Pasar Indonesia sendiri tidak menerima Silverado HD dan Sierra HD secara resmi, sehingga dampak langsungnya lebih ke arah teknologi yang kemungkinan menular ke segmen pikap dan SUV global GM berikutnya.