KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Arema FC memilih menerapkan program latihan fisik bertahap dari intensitas ringan ke berat usai jeda kompetisi, menjelang laga kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC. Skema ini dirancang menekan risiko cedera otot sekaligus memulihkan kebugaran pemain setelah libur panjang.
Manajemen dan tim kepelatihan Singo Edan sepakat tidak melompat langsung ke porsi latihan tinggi dalam sepekan mendatang. General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyebut keputusan ini diambil setelah diskusi matang antara kedua pihak.
Para pemain mendapat waktu istirahat sepekan pascalaga pekan ketiga. Menurut pria yang akrab disapa Inal tersebut, fase penyegaran fisik ringan dibutuhkan sebelum porsi latihan berat dinaikkan secara bertahap.
Alasan Latihan Berat Tak Boleh Diguyur Mendadak
Inal menegaskan, memberikan latihan intensitas tinggi secara mendadak sangat berisiko memicu cedera kaki bagi para penggawa Singo Edan.
"Kami perlu mengembalikan kondisi fisik para pemain agar terbiasa kembali dengan aktivitas yang membutuhkan banyak gerak dan menuntut fisik," ujar Inal.
Porsi latihan fisik akan dinaikkan bertahap, lalu diturunkan kembali pada H-4 menjelang pertandingan untuk memantapkan pemahaman taktis. Dua target utama kebijakan ini: menjaga pemain dari cedera otot dan memaksimalkan kebugaran bertanding.
Endurance hingga Mini Game 7 Lawan 7
Sesi latihan awal di lapangan menyuguhi Julian Guevara dan kawan-kawan program peningkatan ketahanan (endurance) serta kecepatan. Latihan kemudian dilanjutkan dengan simulasi mini game 7 lawan 7 yang membagi skuad menjadi empat tim, masing-masing berdurasi 30 menit.
Rangkaian latihan ini disiapkan sebelum Singo Edan melakoni laga krusial melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Sabtu (10/10/2026), di Stadion Kanjuruhan.
Inal mengingatkan bahwa Bhayangkara Presisi Lampung FC merupakan lawan tangguh yang tengah dalam performa puncak.
"Diperlukan persiapan yang teramat matang karena lawan memiliki motivasi berlipat," imbaunya.
Andre Caldas Pimpin Latihan, Marcos Santos Izin Pulang
Proses latihan Arema FC yang dimulai sejak Minggu (27/9/2026) masih dipimpin langsung oleh Asisten Pelatih Andre Caldas. Pelatih Kepala Marcos Santos terpaksa izin pulang ke Brasil lantaran sang istri mengalami sakit keras.
Andre Caldas menilai masa jeda pertandingan selama 22 hari memberikan dampak positif bagi pemulihan fisik dan mental para pemain. Meski mendapat jatah libur sepekan, para pemain tetap wajib menjalankan program latihan individu yang dipandu pelatih fisik.
"Perkembangannya sangat bagus. Para pemain telah menyegarkan fisik dan pikiran mereka. Karena dibekali program latihan mandiri, mereka semua kembali berkumpul dalam kondisi prima," puji Andre Caldas.
Laga kandang pada 10 Oktober 2026 mendatang menjadi panggung pembuktian bagi Singo Edan untuk mengamankan poin penuh di awal musim.