PT Pelindo (Persero) Regional 2 Pangkalbalam memperkuat transformasi layanan kepelabuhanan di Pelabuhan Pangkalbalam, Kepulauan Bangka Belitung, guna memperlancar urat nadi perdagangan global dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. General Manager Pelindo Regional 2 Pangkalbalam, Teuku Kamil Syamsura, menyatakan pihaknya berkomitmen meningkatkan status Service Level Agreement (SLA) dan Service Level Guarantee (SLB) untuk mempermudah pelayanan kepada pengguna jasa. Langkah itu disampaikan usai syukuran HUT Ke-5 Pelindo di Pelabuhan Pangkalbalam.
PANGKALPINANG — Peringatan HUT Ke-5 Pelindo menjadi momentum bagi PT Pelindo (Persero) Regional 2 Pangkalbalam untuk menegaskan arah transformasi layanan kepelabuhanan. Lima tahun perjalanan pasca-penggabungan PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, dan IV yang bergabung pada 1 Oktober 2021 itu dijadikan titik tolak peningkatan pelayanan.
General Manager PT Pelindo (Persero) Regional 2 Pangkalbalam, Teuku Kamil Syamsura, menyebut capaian lima tahun sebagai bekal untuk memperkuat peran pelabuhan dalam perdagangan internasional. Menurut dia, masukan dari pengguna jasa menjadi bahan perbaikan layanan ke depan.
Mengapa SLA dan SLB Jadi Prioritas Pelindo Pangkalbalam
Pelindo menargetkan peningkatan status Service Level Agreement (SLA) dan Service Level Guarantee (SLB). Dua indikator itu dipakai untuk mengukur kecepatan dan kepastian layanan bongkar muat serta proses kepelabuhanan lainnya.
"Kami berkomitmen untuk meningkatkan status Service Level Agreement (SLA) dan Service Level Guarantee (SLB) dalam mempermudah pelayanan guna memperlancar perekonomian daerah ini," kata Teuku Kamil Syamsura.
Menurut dia, perbaikan layanan itu menyasar langsung kelancaran urat nadi perdagangan Kepulauan Bangka Belitung. Pelabuhan Pangkalbalam berperan sebagai pintu keluar-masuk barang dari dan ke daerah itu.
Masukan Pengguna Jasa Warnai Lima Tahun Pelindo
Selama lima tahun pasca-merger, Pelindo Regional 2 Pangkalbalam menerima berbagai masukan dari pengguna jasa. Teuku Kamil menilai respons itu positif bagi perbaikan langkah perusahaan.
"Alhamdulillah, selama proses lima tahun ini banyak sekali masukan-masukan yang positif dari pengguna jasa atas langkah-langkah Pelindo dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Dia menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperbaiki SLA dan SLB. Fokusnya, memperlancar ekonomi dan perdagangan Kepulauan Bangka Belitung di pasar internasional.
Kemudahan Layanan Massif Mulai 1 Oktober 2026 hingga 1 Januari 2027
Sesuai arahan kantor pusat, Pelindo Regional 2 Pangkalbalam menyiapkan kemudahan layanan yang lebih massif bagi pengguna jasa. Kebijakan itu berlaku mulai 1 Oktober hingga 1 Januari 2027.
"Sesuai arahan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danatara dan pemegang saham, kita akan melakukan perubahan layanan secara total yang dilakukan oleh anak perusahaan Pelindo, baik itu peti kemas maupun nonpeti kemas untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat," kata Teuku Kamil.
Perubahan total itu mencakup layanan peti kemas dan nonpeti kemas yang dijalankan anak perusahaan Pelindo. Skema ini disebut sebagai upaya memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa kepelabuhanan.
Teuku Kamil berharap seluruh langkah yang dijalankan mengarah pada kemajuan bersama. "Mudah-mudahan langkah-langkah yang telah lakukan ini mengarah ke satu titik yaitu kemajuan kita Bersama," katanya.