Pencarian

Enam Desainer Lelang Koleksi Batik untuk Modal UMKM Perempuan P2LIPI

Minggu, 04 Oktober 2026 • 09:09:01 WIB
Enam Desainer Lelang Koleksi Batik untuk Modal UMKM Perempuan P2LIPI
Enam desainer berkolaborasi melelang koleksi batik dalam aksi sosial "Auction for Charity" di Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Perkumpulan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (P2LIPI) bersama Batik Keris menggandeng enam desainer melelang koleksi batik dalam aksi sosial "Auction for Charity" pada perayaan Hari Batik Nasional 2026. Hasil lelang disalurkan sebagai bantuan permodalan bagi pelaku UMKM perempuan binaan P2LIPI pada November 2026.

Enam desainer yang terlibat adalah Denny Wirawan, Ivan Gunawan, Priyo Oktaviano, Danny Satriadi, Ayu Dyah Andari, dan Marini Zumarnis. Masing-masing menerjemahkan kain batik ke dalam koleksi busana dengan karakter sendiri, lalu melelang satu koleksi untuk disumbangkan.

Ketua Umum DPP P2LIPI Indah Suryadharma Ali menegaskan kolaborasi ini punya tujuan yang lebih jauh dari sekadar seremonial pelestarian budaya.

"Kolaborasi ini tidak semata-mata merayakan Hari Batik Nasional, tidak semata-mata ikut serta di dalam rangka melestarikan budaya Indonesia, tapi kami ingin acara ini lebih mempunyai manfaat yang nyata bagi masyarakat," kata Indah saat jumpa pers di Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Sepuluh Ribu UMKM Perempuan Jadi Penerima Manfaat

P2LIPI telah mendampingi sekitar 10.000 pelaku UMKM perempuan selama kurang lebih 10 tahun. Usaha mereka bergerak di berbagai bidang, termasuk makanan, dengan kebutuhan modal yang berbeda-beda.

Selain bantuan permodalan, pendampingan menyasar kemampuan beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen. Pelaku usaha dibekali keterampilan digital yang semakin dibutuhkan di tengah perkembangan ekonomi digital.

"Sekarang ini kan zamannya sudah zaman digital. Bagaimana mereka bisa menguasai penjualan lewat digital. Kemudian juga bagaimana sebuah produk bisa dilihat lebih menarik," jelas Indah.

Batik Tulis dan Cap, Sebagian Karya Tanpa Replika

Kain yang digunakan dalam koleksi ini merupakan batik buatan tangan dengan proses cap dan tulis. Sejumlah karya dibuat sebagai unique piece, sehingga tidak memiliki replika karena setiap kain dikerjakan satu per satu.

Direktur Batik Keris Andy Rusli menyebut ragam motif sengaja ditampilkan untuk mematahkan anggapan batik itu monoton. Pilihan motifnya mulai dari binatang, bunga, hingga kombinasi warna gelap dan terang yang bisa disesuaikan dengan selera konsumen.

"Sebetulnya bermacam-macam karena kami ingin menunjukkan pada publik bahwa batik itu tidak monoton," papar Andy.

Membawa Batik ke Ranah High Fashion

Eksplorasi desain membuka ruang bagi batik untuk masuk ke spektrum mode yang lebih luas. Busana yang dirancang tidak hanya mempertahankan motif tradisional, tapi juga menempatkannya dalam pendekatan yang dekat dengan tren mode terkini.

"Kita ingin mengajak mereka berkolaborasi membawa batik ke kancah high fashion. Batik ini bisa kita bawa ke high fashion, bahkan sampai ke high street," imbuh Andy.

CEO Batik Keris Lina Handianto menilai kegiatan ini membawa semangat yang lebih luas dari sekadar memberikan bantuan. Menurutnya, aksi sosial ini juga menjadi cara menumbuhkan solidaritas dan kepedulian di tengah masyarakat.

Menjaga Tradisi di Tengah Tekanan Relevansi

Modernisasi tampilan tidak membuat Batik Keris melepaskan akar yang membentuk setiap karyanya. Lina melihat keberadaan batik hari ini sebagai hasil perjalanan panjang yang melibatkan banyak tangan.

"Kami melihatnya sebagai bagian dari sejarah. Setiap motif memiliki filosofi yang berkaitan dengan sejarah Indonesia. Kami juga sangat menghargai para pelaku UMKM yang dengan tekun mengerjakan batik dan terus mempertahankan proses tersebut," sebut Lina.

Andy menilai relevansi menjadi salah satu tantangan terbesar ketika tradisi berusia ratusan tahun dibawa ke generasi berikutnya. Caranya, batik harus terus bisa didekatkan dengan kehidupan masa kini tanpa kehilangan jejak sejarahnya.

Follow belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks