Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung menaungi 1.300 kelompok petani lada putih untuk mendorong komoditas unggulan daerah itu menembus pasar internasional. Langkah holding tersebut dijalankan bersama Kementerian UMKM lewat Program Holding UMKM yang mengonsolidasikan produk lokal agar lolos persyaratan protokol karantina negara tujuan. Sepanjang 2025, ekspor lada putih Bangka Belitung tercatat 1,37 ribu ton dengan nilai ekonomi Rp180 miliar.
PANGKALPINANG — Kepala Karantina Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Herwintarti, menyatakan holding kelompok petani lada putih sudah berjalan untuk mempermudah akses pasar internasional bagi pelaku usaha kecil.
Program Holding UMKM digulirkan Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Kementerian UMKM. Tujuannya mengonsolidasikan dan mendampingi produk lokal agar memenuhi persyaratan protokol karantina, sehingga tidak ada penolakan dari negara tujuan ekspor.
Pendampingan agar Produk Tak Ditolak Negara Tujuan
"Melalui holding kemitraan ini untuk mengajak masyarakat yang tergabung dalam UMKM bisa mudah melalulintaskan komoditas berpeluang ekspor," kata Herwintarti di Pangkalpinang.
Pendampingan menyasar petani yang tergabung dalam UMKM lada putih. Karantina Babel menempatkan holding sebagai jembatan antara petani dan persyaratan teknis yang diminta negara pembeli.
Beberapa waktu lalu, kelompok petani lada putih dampingan Karantina Babel mengekspor 8,2 ton lada putih ke Belanda.
Ekspor 2025 Capai 1,37 Ribu Ton, Nilai Rp180 Miliar
Data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology) mencatat volume ekspor lada putih Bangka Belitung sepanjang 2025 mencapai 1,37 ribu ton. Frekuensi pengirimannya 184 kali dengan nilai ekonomi Rp180 miliar.
Negara tujuan utama ekspor lada putih meliputi Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Taiwan.
Sementara itu, lalu lintas komoditas lada putih untuk tujuan domestik mencapai 6.323 ton. Pengirimannya tercatat 308 kali dengan nilai nominal Rp535,89 miliar.
Harapan agar Produksi Lada Kembali Meningkat
Herwintarti berharap holding kelompok petani lada putih yang tergabung dalam UMKM memotivasi petani mengembangkan usaha perkebunan. Targetnya produksi komoditas unggulan daerah itu kembali naik.
"Lada putih Bangka Belitung ini memiliki potensi sangat besar dan berpeluang untuk terus dikembangkan sebagai komoditas unggulan berorientasi ekspor," katanya.
Karantina Babel menyebut pendampingan akan berlanjut bagi kelompok tani yang belum tergabung, terutama untuk memenuhi standar mutu yang diminta pembeli luar negeri.