LOMBOK TENGAH — Sebanyak 500 relawan yang akan bertugas selama gelaran MotoGP Mandalika 2026 mengikuti pelatihan pengelolaan sampah yang digelar BRI Peduli melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Pelatihan berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dengan menggabungkan edukasi, aksi lapangan, dan pengelolaan sampah terpadu. BRI berkolaborasi dengan mitra serta masyarakat desa dan kelurahan sekitar sirkuit dalam kegiatan ini.
Rincian 500 Relawan: 143 Cleaning Service hingga 101 Volunteer Mahasiswa
Program ini membagi peserta ke dalam tiga ruang lingkup pekerjaan. Tim cleaning service melibatkan 143 petugas, sementara tim waste management terdiri dari 206 petugas dan 101 volunteer BRI Peduli dari kalangan mahasiswa serta masyarakat lokal. Sebanyak 50 orang lainnya masuk dalam tim pemilah sampah.
Pembagian peran ini disiapkan agar alur penanganan sampah di kawasan sirkuit berjalan berlapis, mulai dari pemilahan di sumber hingga pengolahan akhir.
Materi Pelatihan: Simulasi Tumpahan hingga Pemilahan Sampah Organik
Peserta menerima pembekalan soal standar kebersihan venue, keselamatan kerja, pemilahan sampah di sumber, dan pelayanan pengunjung. Pelatihan juga mencakup simulasi menangani tumpahan dalam kondisi venue yang ramai.
Selain itu, relawan dibekali pelatihan pemilahan sampah organik, anorganik bernilai, dan residu. Mereka mempelajari alur pengumpulan hingga tempat pengolahan, lengkap dengan praktik langsung dan evaluasi kesalahan yang umum terjadi di lapangan.
Sarana Pendukung Pengolahan Sampah Ikut Disalurkan
BRI tidak hanya memberikan pelatihan. Melalui program BRI Peduli "Yok Kita Gas", perusahaan menyalurkan sarana pendukung pengolahan sampah kepada peserta dan mitra di lokasi.
Langkah ini disebut bagian dari inisiatif BRI dalam mengatasi persoalan sampah di berbagai wilayah Indonesia, dengan pendekatan yang menyesuaikan kebutuhan tiap kawasan.
Menjelang MotoGP Mandalika 9–11 Oktober 2026
Pelatihan digelar menjelang MotoGP Mandalika yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026. Kawasan Mandalika diproyeksikan menerima lonjakan pengunjung selama gelaran tersebut, sehingga kesiapan pengelolaan sampah menjadi salah satu titik perhatian.
Dengan 500 relawan yang telah dibekali keterampilan lapangan, kapasitas penanganan sampah di sirkuit dan sekitarnya diharapkan lebih siap menghadapi volume limbah selama tiga hari penyelenggaraan.