TANJUNGPANDAN — Stasiun Meteorologi Kelas III HAS Hanandjoeddin melaporkan penurunan jarak pandang di sekitar bandara akibat sebaran asap yang bergerak dari barat laut menuju timur laut. Angin yang bertiup dari tenggara ke barat laut membawa partikel asap dari titik panas di Pulau Belitung dan karhutla di Pulau Kalimantan.
Keterlambatan penerbangan tercatat pada rute Pangkalpinang–Tanjungpandan. Pihak bandara belum merinci durasi penundaan maupun jumlah penerbangan yang terdampak.
Lima Titik Panas Terpantau hingga Kamis Siang
BMKG mendeteksi lima titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang di wilayah Belitung hingga Kamis siang, 15 Oktober 2026. Titik panas lokal tersebut menjadi salah satu sumber akumulasi asap yang menutupi langit Belitung.
Selain dari titik panas lokal, asap juga datang dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah serta Kalimantan Barat. Kombinasi dua sumber itu memperparah kondisi udara di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.
BMKG: Asap Kalimantan Ikut Berpengaruh ke Jadwal Pesawat
Ariel, Forecaster on Duty Stasiun Meteorologi Kelas III HAS Hanandjoeddin, memastikan sebaran asap dari kedua wilayah berpengaruh langsung terhadap operasional penerbangan.
"Betul, saat ini ada pengaruh sebaran asap dari titik panas di Belitung dan karhutla di Pulau Kalimantan. Kondisi ini berpengaruh terhadap keterlambatan pesawat dari Pangkalpinang," kata Ariel.
Warga Belitung Keluhkan Pesawat Delay akibat Asap
Keresahan warga muncul di grup percakapan menyusul penundaan penerbangan. Donny Syahrullah menuliskan keluhannya soal kondisi Belitung saat itu.
"Gaes… Belitong hari ini kabut asap ke? Pesawat kame delay karne asap di Belitong," tulis Donny.
Keluhan itu menggambarkan dampak langsung kabut asap terhadap mobilitas udara dan aktivitas harian warga setempat.
Imbauan BMKG untuk Warga Belitung
BMKG meminta warga mengurangi aktivitas luar ruangan bila asap semakin pekat. Penggunaan masker dianjurkan untuk menekan risiko gangguan pernapasan.
Warga juga diminta waspada terhadap titik panas yang berpotensi memicu kebakaran baru. Kewaspadaan otoritas daerah dan masyarakat dinilai penting untuk mitigasi karhutla di Belitung.