Pemprov Bangka Belitung Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Pantai Baskara Bakti, Peringati HKG PKK dan Hari Lingkungan Hidup

Penulis: Ragil  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:38:31 WIB
Penanaman 1.000 bibit mangrove di Pantai Baskara Bakti sebagai bagian peringatan HKG PKK dan Hari Lingkungan Hidup.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki garis pantai lebih dari 1.200 kilometer dengan kawasan mangrove seluas kurang lebih 66.841 hektare. Ekosistem ini menjadi penopang kehidupan masyarakat pesisir sekaligus aset penting bagi pariwisata daerah.

"Ekosistem mangrove memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Oleh karena itu, hutan mangrove ini harus dijaga dan dilestarikan demi masa depan generasi penerus bangsa ini," kata Hidayat Arsani dalam sambutannya.

Menurutnya, hutan mangrove tak hanya melindungi garis pantai dari abrasi dan menjadi habitat flora-fauna. Mangrove juga mampu menyerap karbon dalam jumlah besar serta mendukung perekonomian masyarakat setempat.

PKK Jadi Motor Penggerak Kepedulian Lingkungan

Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Babel Noni Hidayat Arsani mengapresiasi kehadiran gubernur dalam penanaman mangrove di Desa Baskara Bakti. Ia menilai aksi ini menjadi momentum penting membangkitkan kepedulian terhadap kelestarian mangrove yang bernilai ekonomis tinggi.

"Mangrove menjaga keseimbangan biota laut di dalamnya," ujar Noni.

Ia menekankan PKK memiliki peran strategis sebagai motor penggerak di lingkungan keluarga. Organisasi ini bertugas menanamkan nilai-nilai kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan serta pemeliharaan kebersihan sejak dini.

Noni mengimbau masyarakat mulai belajar mengelola sampah dengan benar dan tidak membuang sampah sembarangan. "Penting bagi kita untuk mulai memilah antara sampah organik dan nonorganik demi kelestarian lingkungan di sekitar kita, khususnya di Bangka Belitung," katanya.

Desa Baskara Bakti: Abrasi Jadi Kekhawatiran Warga

Kepala Desa Baskara Bakti, Bahtiar Efendi, menyampaikan rasa terima kasih atas dipilihnya kawasan mereka sebagai lokasi penanaman. Ia menilai program kolaboratif ini sangat membantu desa dalam memulihkan wilayah pesisir.

"Ini merupakan langkah nyata untuk menanggulangi abrasi pantai yang selama ini menjadi kekhawatiran warga," kata Bahtiar.

Pemerintah desa berkomitmen mengawal, merawat, dan menjaga bibit-bibit mangrove agar tumbuh dengan baik. "Kami berkomitmen untuk bersama-sama mengawal, merawat, dan menjaga bibit-bibit mangrove ini agar tumbuh dengan baik dan memberikan dampak ekologis jangka panjang," ujarnya.

Gubernur Hidayat Arsani mengapresiasi peran aktif TP PKK, para kader, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas lingkungan, akademisi, hingga seluruh elemen masyarakat yang berpartisipasi melestarikan mangrove. Ia berharap pohon mangrove yang ditanam terus dirawat dan dipelihara agar memberikan manfaat nyata untuk masyarakat.

Reporter: Ragil
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top