Pencarian

IHSG Ditutup Melonjak 1,69 Persen ke 6.373, Sektor Infrastruktur dan Energi Jadi Motor Penggerak

Rabu, 12 Agustus 2026 • 21:00:01 WIB
IHSG Ditutup Melonjak 1,69 Persen ke 6.373, Sektor Infrastruktur dan Energi Jadi Motor Penggerak
Pedagang memantau pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, saat penutupan perdagangan.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Penguatan IHSG berlangsung sejak awal sesi dan bertahan hingga penutupan. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total volume transaksi mencapai 34,01 miliar saham dengan nilai perdagangan Rp 17,06 triliun. Indeks LQ45 juga ikut menguat 1,28 persen ke level 633,84.

Sektor Infrastruktur dan Energi Pimpin Kenaikan, Transportasi Satu-satunya yang Merah

Dari 11 indeks sektoral, hanya satu sektor yang berakhir di zona merah. Sektor transportasi terkoreksi tipis 0,16 persen, sementara sepuluh sektor lainnya kompak menguat.

  • Sektor infrastruktur memimpin dengan kenaikan 4,74 persen
  • Sektor energi menyusul dengan penguatan 3,35 persen
  • Sektor barang baku naik 2,34 persen

Kenaikan sektor infrastruktur dan energi sejalan dengan rally saham Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) yang melonjak 20,83 persen, menjadikannya top gainer di jajaran LQ45. Saham Indosat (ISAT) juga melesat 14,42 persen, disusul Barito Pacific (BRPT) yang naik 7,14 persen.

CUAN Jadi Primadona dengan Nilai Transaksi Rp 1,37 Triliun

Dari sisi likuiditas, saham CUAN mencatat nilai transaksi terbesar mencapai Rp 1,37 triliun. Posisi berikutnya ditempati Chandra Asri Pacific (TPIA) dengan Rp 826,07 miliar, Petrosea (PTRO) Rp 712,40 miliar, Bank Mandiri (BMRI) Rp 630,36 miliar, dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Rp 593,34 miliar.

Adapun berdasarkan volume, saham Bumi Resources (BUMI) menjadi yang paling banyak diperdagangkan dengan 25,51 juta lembar. Menyusul IATA 23,91 juta lembar, CUAN 17,02 juta lembar, JGLE 16,01 juta lembar, dan KOTA 14,24 juta lembar.

Bursa Asia Bervariasi, KOSPI Melonjak 3,68 Persen

Penguatan IHSG terjadi di tengah pergerakan bursa Asia yang beragam. KOSPI Korea Selatan menjadi pendorong utama kawasan dengan lonjakan 3,68 persen ke 6.579,04, sementara Nikkei 225 Jepang naik 0,83 persen ke 67.524,06.

Di sisi lain, Hang Seng Hong Kong melemah 0,83 persen ke 25.440,17 dan S&P/ASX 200 Australia turun 0,45 persen ke 9.209,40. Shanghai Composite China masih mampu menguat 0,32 persen ke 3.946,68.

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Stabil di 99,856

Di pasar valuta asing, rupiah ditutup melemah 16 poin atau 0,09 persen ke level Rp 17.877 per dolar AS. Padahal rupiah sempat dibuka menguat di sekitar Rp 17.848 per dolar AS sebelum berbalik melemah hingga akhir perdagangan.

Indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau naik tipis 0,03 persen ke 99,856 pada pukul 15.00 WIB. Sementara itu, pasangan dolar AS terhadap yen berada di 159,121 atau turun 0,09 persen.

Di luar kelompok LQ45, Ekadharma International (EKAD) menjadi top gainer dengan kenaikan 34,83 persen ke 240. Di sisi lain, saham Bersama Mencapai Puncak (BAIK) menjadi top loser setelah turun 15 persen ke 476.

Follow belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: money.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks