Perpusda Bangka Barat Luncurkan Program Lilis Sejahtera, Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pelatihan UMKM dan Kesetaraan Pendidikan

Penulis: Fajar  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 03:10:31 WIB
Kepala Dinas Perpustakaan Bangka Barat menjelaskan tujuan Program Lilis Sejahtera di Mentok.

MENTOK — Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat, Farouk Yohansyah, mengatakan bahwa selama ini sebagian besar masyarakat masih memandang perpustakaan hanya sebagai gudang buku. "Dengan adanya Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, kita ingin mengubah paradigma itu dengan memberikan berbagai kegiatan yang bisa memberikan dampak langsung pada kehidupan masyarakat," ujarnya di Mentok, Rabu.

Pelatihan Komputer hingga Produk Usaha di Dalam Perpustakaan

Melalui program Lilis Sejahtera, Perpusda Bangka Barat menghadirkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang hidup. Masyarakat tidak lagi sekadar datang untuk meminjam buku, tetapi juga mengikuti pelatihan komputer, belajar membuat produk usaha, dan mengembangkan keterampilan praktis yang bersumber dari koleksi buku yang tersedia.

"Kita berupaya agar literasi mampu menjawab bukan sekadar persoalan pendidikan, namun juga mampu menjadi solusi mengatasi persoalan kesejahteraan," kata Farouk.

PKBM Hadir di 20 Desa, Warga Kejar Ijazah Kesetaraan

Salah satu inovasi yang dijalankan adalah menghadirkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di lingkungan perpustakaan. Langkah ini membuka peluang bagi warga yang belum mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan formal untuk mengejar ketertinggalan.

Tahun ini, PKBM direalisasikan di 20 desa di Bangka Barat. Farouk menegaskan, keberadaan pusat belajar itu diharapkan membuat literasi benar-benar menjadi jembatan perubahan dan memberi manfaat nyata untuk kemajuan pendidikan di daerah.

Mengapa Literasi Harus Diarahkan ke Kemandirian Ekonomi?

Farouk menjelaskan, di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini, peningkatan wawasan dan ilmu pengetahuan menjadi kunci. Menurut dia, literasi tidak lagi cukup dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis, melainkan harus dipahami secara luas agar mampu menjawab kebutuhan hidup masa kini dan masa depan.

"Ketika literasi dikelola secara inklusif dan diarahkan pada pemberdayaan, maka hasilnya bukan hanya masyarakat menjadi lebih cerdas, tetapi juga akan memberikan dampak pada kemandirian dan kesejahteraan," ujarnya.

Program Lilis Sejahtera lahir sebagai solusi atas kondisi di mana tingkat literasi yang rendah berbanding lurus dengan partisipasi sosial yang rendah dan lemahnya kemandirian ekonomi warga. Perpusda Bangka Barat meyakini, langkah sederhana yang dijalankan ini akan berdampak pada peningkatan kecerdasan masyarakat secara menyeluruh.

Reporter: Fajar
Back to top