PANGKALPINANG — Harga TBS di Bangka Belitung bervariasi antarwilayah, tergantung akses transportasi dan kualitas buah. Berdasarkan pantauan di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) dan data Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) setempat, harga tertinggi berada di Belitung dan Belitung Timur, sementara yang terendah tercatat di Bangka Selatan.
Di Bangka Selatan, harga TBS berkisar Rp2.670–Rp2.900/kg di lima pabrik utama. Harga paling rendah terjadi di PKS wilayah pesisir, sedangkan yang tertinggi di daerah sentra produksi. Untuk Kabupaten Bangka Tengah dan Bangka Barat, harga bergerak di angka Rp2.750–Rp3.050/kg, perlahan pulih dari penurunan sebelumnya. Sementara itu, di Kota Pangkalpinang dan sekitarnya, harga mencapai Rp2.950–Rp3.170/kg.
Bagi petani mitra plasma, harga resmi yang ditetapkan pemerintah berkisar Rp3.100–Rp3.650/kg. Besaran ini disesuaikan dengan usia tanaman dan tingkat kematangan buah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Apkasindo Babel, Jamaludin, menjelaskan bahwa penguatan harga TBS tidak lepas dari perbaikan harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global yang kini mencapai Rp15.100/kg. Selain itu, penyerapan hasil panen oleh pabrik pengolahan juga mulai lebih baik.
“Harga mulai membaik, namun masih perlu diperhatikan biaya produksi seperti pupuk dan ongkos angkut yang masih tinggi. Kami berharap bisa stabil di kisaran Rp3.200/kg agar petani mendapat keadilan,” ujar Jamaludin, dikutip pada Kamis (11/6).
Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian terus memantau pergerakan harga dan mendorong keseragaman di semua wilayah. Langkah ini untuk mencegah praktik pembelian di bawah standar yang merugikan pekebun swadaya.
Perlu diketahui, harga TBS kelapa sawit dapat berubah setiap hari tergantung kualitas buah, jarak angkut, dan kebijakan masing-masing pabrik. Petani disarankan memastikan timbangan dan ketentuan pembayaran sebelum menyerahkan hasil panen.