KOBA — DPRD Bangka Tengah memastikan dukungan terhadap kelanjutan pembangunan tembok laut di Desa Penyak. Proyek yang sudah berjalan sejak tahap awal ini dinilai vital untuk menahan gelombang laut yang kerap mengancam infrastruktur jalan negara.
Ketua DPRD Bangka Tengah, Batianus, menyebut jika tembok laut tidak segera dibangun, sejumlah titik jalan nasional di kawasan pesisir berpotensi rusak parah. Kerusakan ini akan mengganggu arus lalu lintas utama menuju Kota Pangkalpinang dan Bangka Selatan.
“Ini sudah kelanjutan yah, sudah beberapa kali, kami dari DPRD Bangka Tengah selalu mendukung sejak tahap pertama kemarin,” kata Batianus, Kamis (11/6/2026).
Selain melindungi jalan, tembok laut juga diharapkan mengamankan permukiman warga di Desa Penyak dan Terentang. Batianus mengakui, selama musim gelombang tinggi, masyarakat di dua desa itu hidup dalam kekhawatiran.
“Kami juga berharap ini bisa mengamankan permukiman masyarakat di Penyak dan Terentang, meminimalisir rasa was-was musim gelombang,” ujarnya.
DPRD Bangka Tengah juga melihat proyek ini bukan sekadar pengaman infrastruktur. Batianus menambahkan, pembangunan talud bisa menjadi bagian dari penataan kawasan pantai yang berpotensi mengembangkan sektor pariwisata lokal.
“Bisa menjadi manfaat juga bagi Kabupaten Bangka Tengah sebagai penataan yang baik di pantai Desa Penyak dan Terentang, potensi pengembangan pariwisata,” kata Batianus.
Dengan rampungnya tembok laut, pemerintah daerah berharap aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di jalur pesisir selatan Bangka bisa berjalan lebih aman sepanjang tahun.