Daun Ketapang Kering Tembus Pasar AS hingga Jepang, Dekranasda Babel Siap Dukung Ekspor ke Level Global

Penulis: Yasir  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 00:26:01 WIB
Daun ketapang kering asal Babel kini menembus pasar ekspor ke Amerika Serikat dan Jepang.

PANGKALPINANG — Daun ketapang kering yang selama ini dianggap sampah di jalanan kini menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi. Central Charcoal Babelindo, industri lokal yang dirintis Lukman sejak 2022, berhasil mengekspor daun kering ini sebagai pelengkap kebutuhan akuarium dan pemeliharaan reptil ke luar negeri.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, memastikan pihaknya siap mengawal produk ini naik level ke pasar global. "Ini bukti nyata ekonomi lokal bisa bersaing di kancah global. Sesuatu yang tadinya dianggap tidak berguna, ternyata memiliki nilai ekonomi tinggi di luar negeri," ujarnya saat meninjau stan industri di halaman Kantor Gubernur Babel, Kamis (11/6/2026).

Permintaan dari Lima Negara, Jerman Paling Besar

Hingga kini, daun ketapang kering asal Babel telah dikirim ke lima negara. Pasar Jepang menyerap 10.000 bungkus, sementara Jerman memesan hingga 20.000 bungkus. Amerika Serikat, Inggris, Turki, dan Singapura juga menjadi tujuan ekspor komoditas ini.

Lukman, pendiri Central Charcoal Babelindo, melihat peluang pasar yang unik. Daun ketapang kering kerap digunakan sebagai dekorasi akuarium dan tempat persembunyian reptil karena sifat alaminya yang menurunkan pH air serta mengandung zat antibakteri.

Warga Bisa Jadi Pemasok, 12 Lembar Dihargai Rp2.500

Noni optimistis bisnis ini bisa menjadi pemantik ekonomi kerakyatan. Warga sekitar dapat dilibatkan sebagai penyuplai bahan baku daun ketapang kering yang lolos sortir. Setiap 12 lembar daun yang memenuhi standar mutu dihargai Rp2.500.

"Kami ingin masyarakat jeli menangkap peluang baru. Dengan mengumpulkan dan menyortir daun ketapang, warga bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Ini bentuk pemberdayaan berbasis green economy yang dampaknya langsung ke berbagai lapisan," tambah Noni.

Dekranasda dan Disperindag Siapkan Alat Penunjang Produksi

Dekranasda Babel berkomitmen mendorong kapasitas produksi melalui sinergi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Babel. Fasilitas alat penunjang produksi akan disiapkan agar kapasitas ekspor semakin besar dan stabil.

"Kami dari Dekranasda, bersama Disperindag Babel, siap menyokong pemenuhan fasilitas dan alat penunjang kerja agar kapasitas ekspor mereka bisa semakin besar dan stabil," ujar Noni.

Kolaborasi antara pelaku industri, masyarakat sebagai penyuplai, dan dukungan fasilitas dari pemerintah daerah diharapkan menjadikan daun ketapang kering sebagai produk unggulan baru. Langkah ini dipercaya tidak hanya menggerakkan ekonomi dari sektor bawah, tetapi juga membawa nama Bangka Belitung semakin dikenal di perdagangan internasional.

Reporter: Yasir
Sumber: serumpun.babelprov.go.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top