PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang masih harus bekerja keras mengejar target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak. Hingga 11 Juni 2026, realisasi pajak daerah baru menyentuh Rp68,03 miliar, atau sekitar 40 persen dari target tahunan yang mencapai Rp168,64 miliar.
Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian Pajak Daerah Bakeuda Kota Pangkalpinang, Zulfan, mengatakan sektor seni dan hiburan menjadi penyumbang tertinggi saat ini. Capaian pajak dari sektor ini meningkat sekitar 57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias mengunjungi tempat-tempat permainan di pusat perbelanjaan ini dan ini bagian dari pungutan pajak hiburan di daerah ini,” kata Zulfan di Pangkalpinang, Sabtu.
Menurutnya, pertumbuhan tempat hiburan tidak permanen di pusat perbelanjaan modern, seperti Transmart, menjadi faktor utama. Beberapa wahana permainan baru yang hadir di lokasi tersebut berhasil menarik minat pengunjung, yang secara langsung meningkatkan setoran pajak hiburan ke kas daerah.
Untuk memastikan target akhir tahun tercapai, Bakeuda Kota Pangkalpinang menggencarkan pendataan aktif dan pengawasan berkelanjutan terhadap seluruh objek pajak. Zulfan menyebut pihaknya juga terus menggali potensi pajak baru yang selama ini mungkin belum terdata.
“Sepanjang melakukan kegiatan perpajakan, mungkin masih ada yang belum memenuhi atau belum terdata yang seharusnya sudah menjadi bagian dari objek pajak Pemkot Pangkalpinang,” ujarnya.
Upaya ini dinilai krusial untuk meningkatkan PAD yang akan digunakan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah. Bakeuda menargetkan seluruh potensi pajak bisa termonitor dengan baik hingga akhir tahun.
Dengan sisa waktu sekitar enam bulan, Bakeuda harus mengumpulkan lebih dari Rp100 miliar untuk mencapai target. Meski angka tersebut masih cukup besar, optimisme Zulfan didasari oleh tren positif dari sektor hiburan dan jasa yang terus bertumbuh.
“Kita optimistis pajak daerah tahun ini tercapai dengan baik, karena meningkatnya pertumbuhan objek pajak sektor jasa dan hiburan di daerah ini,” pungkasnya.
Keberhasilan mencapai target pajak tahun ini akan menjadi faktor penting bagi Pemkot Pangkalpinang dalam mendanai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut.