PANGKALPINANG — Puluhan titik panas yang terdeteksi satelit BMKG Pangkalpinang memicu siaga darurat karhutla di Kepulauan Bangka Belitung. Kepala BPBD Provinsi Babel Budi Utama mengonfirmasi, dari total 51 titik panas, sebanyak 18 titik berada di Bangka Selatan, tersebar di Kecamatan Air Gegas, Lepar, Payung, Toboali, dan Tukak Sadai.
"Tingkat akurasi titik panas ini di angka 8 dan 9, artinya sudah mengarah ke karhutla. Kami sudah menginstruksikan BPBD setempat untuk langsung ke lokasi memantau sekaligus melakukan pemadaman," ujar Budi dalam keterangannya, Minggu (14/6).
Berdasarkan data BMKG, selain Bangka Selatan, titik panas juga terdeteksi di Bangka sebanyak 11 titik yang meliputi Kecamatan Bakam, Mendo Barat, Pemali, dan Puding. Bangka Tengah menyusul dengan 12 titik di Kecamatan Koba, Lubuk Besar, Simpang Katis, dan Sungai Selan.
Kabupaten Bangka Barat mencatat tiga titik panas di Kecamatan Mentok dan Simpang Teritip. Sementara Belitung memiliki empat titik di Kecamatan Membalong, dan Belitung Timur satu titik di Simpang Renggiang. Kondisi cuaca panas dan angin kencang yang memasuki musim kemarau disebut menjadi pemicu utama melonjaknya jumlah hotspot.
Budi Utama mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta warga tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu karhutla, seperti membuka lahan dengan cara dibakar atau membuang puntung rokok yang masih menyala.
"Kami terus mengimbau warga tetap waspada dan tidak melakukan berbagai hal yang bisa menimbulkan karhutla," tegas Budi. BPBD provinsi juga telah mengerahkan tim untuk memantau langsung titik-titik yang terindikasi api dan melakukan pemadaman dini guna mencegah perluasan lahan terbakar.