Dalam sambutannya, dr Arinal mengingatkan bahwa kompetensi menjadi jaminan pelayanan berkualitas kepada pasien, sementara etika menjaga marwah dan kehormatan profesi. “Dokter Indonesia akan berdiri kokoh di atas dua kaki yang kuat, yaitu kompetensi dan etika,” tegasnya di hadapan para dokter dan unsur pemerintah daerah yang hadir.
Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat terhadap profesi kedokteran sangat bergantung pada sejauh mana kedua pilar ini dijalankan secara konsisten. Tanpa etika, kata dia, kompetensi tinggi pun bisa kehilangan arah.
Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Cabang (Muscab) IDI Pangkalpinang, forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat cabang. Melalui forum tersebut, dr Arinal menekankan bahwa para dokter telah menjalankan proses demokratis untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan.
“Selamat kepada Ketua Pengurus dan Ketua MKEK IDI Cabang Pangkalpinang yang telah terpilih melalui Muscab. Ini adalah amanah organisasi yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan profesi dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ketua IDI Wilayah Babel itu juga menyoroti pentingnya menjaga keutuhan solidaritas antar sesama dokter. Menurutnya, profesi ini merupakan garda terdepan dalam menjaga ketahanan kesehatan nasional, sehingga persatuan internal menjadi krusial.
“Keutuhan solidaritas kesejawatan Dokter Indonesia harus terus dijaga. Kita adalah bagian dari kekuatan utama dalam menjaga kesehatan masyarakat dan ketahanan kesehatan bangsa,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, dr Arinal menjelaskan bahwa pengabdian seorang dokter tidak hanya terbatas pada pelayanan langsung kepada pasien. Ada dua ranah yang sama pentingnya: pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan sosial seperti bakti kesehatan, dan pengabdian kepada profesi dengan mengambil peran di organisasi.
“Menjadi pengurus organisasi profesi juga merupakan bentuk pengabdian yang sangat mulia karena ikut menjaga dan mengembangkan profesi kedokteran agar tetap memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, dr Arinal mendorong jajaran pengurus yang baru dilantik untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya. Ia menilai IDI harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik di bidang kesehatan.
“Dengan kolaborasi dan sinergi yang kuat, IDI dapat menjalankan perannya sebagai unsur profesional yang mendukung pembangunan kesehatan daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Acara pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para dokter, pengurus organisasi profesi kesehatan, serta unsur Pemkot Pangkalpinang yang memberikan dukungan terhadap penguatan peran IDI di sektor kesehatan kota tersebut.