KOBA — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah memastikan kesiapan lahannya untuk proyek Sekolah Nasional Terintegrasi (SNI) yang digadang-gadang menjadi jawaban atas kebutuhan pendidikan berkualitas di daerah. Lahan seluas 29,5 hektare yang merupakan aset milik pemda itu berlokasi di dekat kawasan objek wisata Hutan Pelawan Namang.
Bangka Tengah Satu-satunya di Babel yang Lolos Seleksi Prioritas
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, mengungkapkan bahwa dari target nasional sebanyak 100 sekolah, daerahnya masuk dalam gelombang pertama pembangunan 25 sekolah prioritas. “Tahun ini terdapat 25 kabupaten di Indonesia yang menjadi lokasi prioritas pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dan Bangka Tengah menjadi salah satunya,” kata Algafry usai paparan di gedung DPRD setempat, Senin.
Ia menambahkan, Bangka Tengah menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang memenuhi syarat sebagai lokasi pembangunan SNI.
Beda Konsep dengan Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat
Algafry menjelaskan, SNI memiliki konsep yang berbeda dengan Sekolah Garuda maupun Sekolah Rakyat, meski sama-sama bertujuan memperluas akses pendidikan. Sekolah Nasional Terintegrasi dipersiapkan khusus bagi pelajar daerah yang memiliki prestasi akademik, sedangkan Sekolah Garuda diperuntukkan bagi siswa berprestasi dari seluruh Indonesia.
“Pemerintah menyiapkan lembaga pendidikan unggulan ini sebagai upaya pemerataan pendidikan dengan memberikan akses kepada siswa berprestasi dari seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Sekolah ini merupakan sekolah unggulan non-asrama yang berada dalam satu kawasan pendidikan terpadu, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Anggaran Rp200 Miliar dari APBN, Guru Direkrut Lewat Seleksi Nasional
Pembangunan sekolah yang diperkirakan menelan anggaran Rp200 miliar ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sementara itu, tenaga pendidik akan direkrut melalui sistem seleksi nasional yang ketat.
“Pemerintah daerah hanya menyiapkan lahan sesuai syarat dan kriteria yang telah ditetapkan,” kata Algafry.
Lahan seluas 29,5 hektare yang disiapkan merupakan aset milik pemerintah daerah dan akan dihibahkan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). “Karena sekolah tersebut berada langsung di bawah Kemendikdasmen, maka aset daerah yang digunakan harus melalui proses hibah,” jelas Algafry.
Lokasi Strategis di Dekat Kawasan Wisata Hutan Pelawan
Lahan yang disiapkan berada di Desa Namang, tepatnya di dekat kawasan objek wisata Hutan Pelawan Namang. Lokasi ini dinilai strategis karena berada di area milik pemerintah dan memiliki akses yang memadai untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Dengan masuknya Bangka Tengah dalam daftar prioritas nasional, masyarakat setempat berharap kehadiran SNI mampu menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah yang dikenal dengan potensi tambang timahnya itu.