Pencarian

Harga TBS Sawit di Bangka Sentuh Rp 3.000 per Kilogram, Petani Keluhkan Lonjakan Harga Pupuk

Senin, 15 Juni 2026 • 12:02:31 WIB
Harga TBS Sawit di Bangka Sentuh Rp 3.000 per Kilogram, Petani Keluhkan Lonjakan Harga Pupuk
Harga TBS sawit di Bangka naik menjadi Rp 3.000 per kilogram di tingkat pabrik.

BANGKA — Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Kepulauan Bangka Belitung perlahan pulih. Setelah sempat anjlok pada bulan lalu, kini harga di tingkat pabrik tembus Rp 3.000 per kilogram. Di level pengepul, harga berkisar Rp 2.700 hingga Rp 2.800 per kilogram.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Bangka Belitung, Jamaludin, menyebut kenaikan ini seiring membaiknya permintaan pasar global.

Kenaikan Harga CPO Jadi Pemicu

Menurut Jamaludin, tren positif harga TBS tidak lepas dari kenaikan harga lelang crude palm oil (CPO). Pekan lalu, harga CPO di lelang Franco Belawan dan Dumai tercatat Rp 15.450 per kilogram. Sementara di Franco Teluk Bayur Rp 15.095 dan FOB Talang Duku Rp 15.025 per kilogram.

"Minyak sawit kita dibutuhkan oleh berbagai negara, apalagi sekarang ada program minyak sawit untuk bahan bakar solar mulai dari 50 persen sampai 100 persen akan diambil dari CPO," ujar Jamaludin, Sabtu (13/6/2026).

Harga Pupuk Melonjak, Petani Terjepit

Di balik kabar baik harga TBS, petani justru dihadapkan pada biaya produksi yang membengkak. Harga pupuk naik drastis dalam beberapa pekan terakhir. Pupuk NPK compact kini dijual Rp 630.000 per kemasan, urea granul Rp 625.000, KCL mahkota Rp 480.000, dan dolomite Rp 60.000 per kemasan.

Kenaikan berkisar Rp 40.000 hingga Rp 70.000 per kemasan. Kondisi ini memaksa petani menyiapkan modal lebih besar untuk ongkos perawatan dan jasa angkut.

Musim Kemarau dan Potong Wajib Menanti

Jamaludin mengkhawatirkan produksi sawit justru bisa anjlok jika harga pupuk terus merangkak naik. Apalagi, musim kemarau akan segera tiba. Faktor cuaca ini kerap menekan produktivitas kebun.

"Harga pupuk yang mahal dan musim kemarau yang akan kita hadapi, bisa membuat produksi anjlok," ujarnya.

Selain itu, petani juga harus menanggung potong wajib di pabrik yang rata-rata 3 persen. Saat hujan, angka itu bisa naik menjadi 5 hingga 7 persen.

Aspirasi Petani: Stabilkan Harga Pupuk

"Aspirasi yang kita sampaikan beberapa waktu lalu hampir 90 persen telah terpenuhi. Sekarang tantangannya harga pupuk yang cenderung naik akhir-akhir ini," kata Jamaludin.

Ia berharap pemerintah daerah turun tangan mengatur tata kelola komoditas sawit dan memastikan ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau. Menurutnya, sektor sawit sangat berdampak pada lapangan kerja dan perekonomian daerah.

"Komoditas sawit sangat berdampak pada lapangan kerja dan perekonomian daerah, jadi mohon pemerintah memperhatikan tata kelolanya dan ketersediaan pupuk dengan harga lebih murah," harap Jamaludin.

Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks