KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kebakaran yang menghanguskan kawasan padat hunian di Kecamatan Bontoala itu mengakibatkan kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Data asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar per Selasa (11/8) pagi mencatat, dari total rumah yang terbakar, 25 unit di antaranya mengalami rusak berat, tujuh unit rusak sedang, dan lima unit lainnya rusak ringan.
"Untuk sementara berdasarkan asesmen anggota di lapangan ada 245 warga dari 60 kepala keluarga yang terdampak kebakaran," ujar Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Fadli Tahar, Selasa (11/8).
Korsleting Listrik Diduga Jadi Pemicu Api
Dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada hubungan arus pendek listrik. Kapolsek Bontoala, Kompol Andi Aris, menyatakan hal tersebut berdasarkan keterangan awal yang dihimpun di lapangan.
"Setelah ada korsleting, orang bilang terjadi kebakaran," kata Andi Aris kepada awak media di lokasi kejadian.
Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait asal mula pasti api. Proses pendataan jumlah bangunan yang terdampak juga masih berlangsung dan angka sementara bisa berubah.
"Kurang lebih 30 rumah terbakar, ini masih pendalaman, ini masih tahap penyelidikan karena situasi masih dilakukan pemadaman, dilakukan pendinginan," jelasnya.
Jalan Sempit dan Rumah Semi Permanen Hambat Pemadaman
Proses pemadaman berlangsung alot dan memakan waktu hampir dua jam. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar menerjunkan sekitar 40 unit armada serta 80 personel untuk menjinakkan si jago merah.
Bidang Operasi Pemadam Kebakaran Makassar, Cakrawala, memaparkan dua kendala utama yang memperlambat laju pemadaman. Pertama, akses jalan menuju lokasi yang sempit menyulitkan pergerakan mobil pemadam. Kedua, banyaknya warga yang berkerumun di sekitar titik api turut menghambat ruang gerak petugas.
"Di dalam lokasi memang hampir sebagian besar itu semi-permanen dengan impitan rumah yang cukup padat. Ini yang menyebabkan akses pemadaman cukup sulit juga selain massa yang berkerumun," jelas Cakrawala.
Kondisi bangunan yang didominasi material semi permanen dengan jarak antar rumah sangat berdekatan membuat api cepat merambat ke bangunan lain. Hal ini pula yang menyebabkan petugas kesulitan menjangkau titik pusat kebakaran secara cepat.
Korban Luka dan Penanganan Pascakebakaran
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dua warga harus mendapatkan perawatan medis. Mereka mengalami luka ringan akibat terkena serpihan benda tajam saat proses pemadaman dan evakuasi berlangsung.
"Laporan korban untuk sementara belum ada, tapi kalau korban luka, tadi sementara pemadaman ada beberapa warga yang kena serpihan benda tajamnya dan dilarikan ke puskesmas," ujar Cakrawala.
Dari pendataan BPBD, sebanyak 20 rumah terdampak berada di RT 03/RW 04, sementara 17 rumah lainnya berada di RT 04/RW 04. BPBD Makassar kini tengah melakukan pendataan lebih lanjut untuk menentukan langkah penanganan bagi warga yang kehilangan tempat tinggalnya.