Presiden Jerman Tiba di Istana Merdeka, Prabowo Langsung Sambut dengan Jabat Tangan dan Pelukan

Penulis: Ragil  •  Senin, 15 Juni 2026 | 13:25:31 WIB
Presiden Jerman Steinmeier disambut Prabowo di Istana Merdeka dengan jabat tangan dan pelukan.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Iring-iringan mobil yang membawa Presiden Steinmeier tiba di halaman Istana Merdeka sekitar pukul 11.30 WIB. Sebelum memasuki kompleks istana, rombongan sempat mengelilingi kawasan Monumen Nasional (Monas) dikawal puluhan pasukan berkuda yang membawa bendera Indonesia. Para siswa SD berseragam merah-putih berdiri di sepanjang jalan, melambaikan bendera Indonesia dan Jerman.

Upacara Kenegaraan dan Perkenalan Delegasi

Setelah turun dari mobil, Steinmeier disambut langsung oleh Prabowo di bawah tangga istana. Prabowo, yang mengenakan setelan jas abu-abu dan peci hitam, berjabat tangan dan berpelukan dengan tamunya. Keduanya lalu mengikuti upacara penyambutan kenegaraan: lagu kebangsaan kedua negara dikumandangkan, diselingi dentuman meriam sebanyak 21 kali.

Usai upacara, Prabowo memperkenalkan para menteri yang mendampinginya. Mereka adalah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menlu Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Pertemuan Empat Mata dan Agenda Lintas Iman

Prabowo kemudian mengajak Steinmeier masuk ke Ruang Kredensial untuk menandatangani buku tamu dan berfoto bersama. Setelah itu, keduanya melakukan pertemuan tertutup di ruang kerja presiden. Agenda bilateral ini disebut-sebut membahas kerja sama ekonomi dan geopolitik, meskipun rincian pembicaraan belum diumumkan.

Selain pertemuan resmi, Presiden Jerman dijadwalkan mengunjungi Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta. Kedua tempat ibadah itu terhubung oleh Terowongan Silaturahmi, simbol toleransi beragama di Indonesia. Kunjungan ini menjadi pesan tersendiri di tengah meningkatnya perhatian global terhadap isu moderasi beragama.

Jerman Tegaskan Komitmen Jadi Mitra Jangka Panjang

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Jerman, Jumat (12/6), menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremonial. "Kami berkomitmen untuk menjadi mitra jangka panjang dengan Indonesia yang siap mengatasi tantangan masa depan bersama," ujarnya.

"Pesan utama dari kunjungan ini jelas: Jerman adalah mitra yang kuat dan dapat diandalkan bagi Indonesia," sambung Beste. Ia menambahkan, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, Indonesia merupakan mitra penting bagi Jerman di kawasan. Kunjungan sehari itu juga akan diisi diskusi dengan komunitas intelektual dan peneliti Indonesia mengenai perubahan dunia secara geostrategis.

Kunjungan Presiden Jerman kali ini menjadi yang pertama setelah Prabowo resmi menjabat. Di tengah rivalitas global yang kian tajam, sinyal kemitraan dari Berlin dinilai strategis bagi Jakarta untuk menjaga keseimbangan hubungan dengan kekuatan besar lainnya, seperti Amerika Serikat dan China.

Reporter: Ragil
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top