BANGKA — Komitmen BRI dalam memperkuat ekonomi kerakyatan kembali terlihat dari realisasi penyaluran KUR yang mencapai Rp84,36 triliun dalam lima bulan pertama 2026. Angka ini menunjukkan serapan yang cukup agresif di tengah upaya pemerintah mendorong ketahanan pangan nasional.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyatakan bahwa mayoritas penyaluran diarahkan ke sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. “Mayoritas penyaluran tersebut diarahkan ke sektor-sektor produktif yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, dengan porsi mencapai 67,18% dari total KUR yang telah disalurkan,” ujarnya.
Fokus ini dinilai strategis untuk mendorong peningkatan produktivitas UMKM, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat sektor riil yang menjadi fondasi perekonomian nasional. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan kecil menjadi sasaran utama penyaluran KUR.
Total alokasi KUR yang disediakan pemerintah untuk tahun 2026 mencapai Rp180 triliun. Dengan realisasi Rp84,36 triliun hingga Mei, BRI masih memiliki ruang untuk menyalurkan sisa anggaran hingga akhir tahun.
BRI sebagai bank yang fokus pada pemberdayaan UMKM secara konsisten memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha di berbagai daerah. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang lebih inklusif, terutama di wilayah-wilayah penghasil komoditas seperti Bangka Belitung.
Para pelaku UMKM di Bangka Belitung, khususnya di sektor perkebunan lada dan perikanan, menjadi salah satu penerima manfaat utama program KUR. Akses permodalan yang lebih mudah memungkinkan mereka meningkatkan kapasitas produksi tanpa terbebani bunga tinggi.
Dengan suku bunga yang kompetitif dan proses pencairan yang relatif cepat, KUR BRI menjadi salah satu instrumen andalan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. Hingga saat ini, BRI terus memperkuat jaringan layanan di tingkat kecamatan untuk menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil.