NEW YORK — Final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina di Stadion New Jersey, Senin (20/7) dini hari WIB, akan menjadi panggung bagi pertemuan yang tidak biasa antara dua pemimpin yang saling berseberangan. Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez akan duduk bersama di tribun VVIP bersama Presiden FIFA Gianni Infantino.
Hubungan Washington dan Madrid tengah berada di titik terendah. Sanchez, yang berasal dari partai sosialis, secara terbuka mengkritik kebijakan luar negeri Trump, terutama dukungan AS terhadap Israel dalam konflik Palestina. Spanyol bahkan menolak permintaan Trump untuk menjadikan wilayahnya sebagai pangkalan transit serangan ke Iran.
Penolakan ini membuat Trump mengancam akan memutuskan hubungan dagang dengan Spanyol. Dalam berbagai forum multilateral, kedua pemimpin kerap saling mengabaikan dan tidak bertegur sapa. Dengan latar belakang ini, banyak pihak meyakini Trump akan mendukung Argentina menjadi juara.
“Ya, semoga kami bisa bersama-sama menyerahkan trofi juara pada final nanti,” kata Infantino kepada media Swiss, Blue Sport, pekan ini, menegaskan bahwa Trump akan menyerahkan trofi kepada pemenang.
Berbeda dengan Sanchez, Presiden Argentina Javier Milei memutuskan untuk tidak menyaksikan laga final timnya. Ada dua alasan utama di balik keputusan ini. Pertama, Milei enggan bertemu dengan Sanchez yang kerap dikritiknya sebagai pemimpin arogan dan totaliter. Perbedaan ideologi antara sosialis (Sanchez) dan neoliberalis (Milei) membuat pertemuan mereka mustahil terjadi.
Kedua, Milei mengaku percaya takhayul. Ia menceritakan pengalaman saat menonton Argentina melawan Swiss di perempatfinal. Saat Argentina unggul 1-0, ia melepas jaketnya karena kepanasan. “Saya lepas jaket saya, mereka (Swiss) malah mencetak gol. Saya langsung kenakan lagi saja jaket saya,” ujarnya. Argentina akhirnya menang 3-1, dan sejak itu ia enggan mengambil risiko menjadi “pembawa sial” bagi timnya.
Drama di luar lapangan kian terasa karena sejumlah klub dan pemain Spanyol kerap menyuarakan sikap politik yang berseberangan dengan Trump. Athletic Bilbao, klub asal kiper Unai Simon dan pemain sayap Nico Williams, pernah menyerukan pengakhiran genosida di Gaza. Sementara itu, Lamine Yamal sempat mengibarkan bendera Palestina saat Barcelona merayakan gelar juara liga.
Fakta-fakta ini, ditambah hubungan buruk Trump dengan Sanchez, membuat publik sulit membayangkan Trump bersikap netral. Pemerintah Spanyol pun sudah memastikan tidak akan ada pertemuan bilateral antara kedua pemimpin, sebelum maupun sesudah pertandingan final.