Angka Kemiskinan Ekstrem Bangka Tengah Susut ke 0,78 Persen, Pemkab Siapkan Raperda Pengentasan

Penulis: Fajar  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 17:25:32 WIB
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menyampaikan data penurunan angka kemiskinan ekstrem di daerahnya menjadi 0,78 persen pada tahun 2025.

KOBA — Angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bangka Tengah terus menunjukkan tren perbaikan. Berdasarkan data terbaru tahun 2025, persentase penduduk miskin ekstrem di daerah itu berhasil ditekan menjadi 0,78 persen, turun signifikan dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang mencapai 1,15 persen.

Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Selasa, mengatakan penurunan sebesar 0,37 poin persentase itu merupakan hasil sinergi seluruh perangkat daerah bersama pemerintah pusat, provinsi, dan masyarakat.

"Capaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh perangkat daerah bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan masyarakat dalam menjalankan berbagai program pengentasan kemiskinan," ujarnya.

Bukan Sekadar Bansos, Pemkab Perluas Pemberdayaan Ekonomi

Menurut Algafry, pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan penyaluran bantuan sosial. Program pemberdayaan ekonomi diperluas agar masyarakat penerima bantuan mampu meningkatkan taraf hidup secara mandiri.

Pemkab Bangka Tengah mengoptimalkan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan organisasi perangkat daerah, Badan Pusat Statistik (BPS), BPJS, dan pemerintah desa. Tujuannya, seluruh intervensi berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dinas Sosial diminta terus melakukan verifikasi dan validasi data penerima bantuan secara by name by address. Langkah ini untuk memastikan bantuan diterima masyarakat yang berhak sekaligus meminimalkan potensi penerima ganda.

Raperda Disiapkan untuk Landasan Hukum Program

Pemkab Bangka Tengah juga tengah menyiapkan rancangan peraturan daerah sebagai landasan hukum dalam memperkuat kebijakan penanggulangan kemiskinan. Keberadaan raperda ini diharapkan mendukung keberlanjutan program intervensi di masa mendatang.

Algafry mengingatkan bahwa meski tren kemiskinan ekstrem sudah menurun, angka kemiskinan secara keseluruhan masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Ia menekankan pentingnya penyelesaian tanpa ego sektoral.

"Tren kemiskinan ekstrem kita sudah menurun, tetapi angka kemiskinan secara keseluruhan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama tanpa ego sektoral," katanya.

Reporter: Fajar
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top