Industri Game Indonesia Tumbuh 18,22%, Menekraf Targetkan Kontribusi PDB Tembus 8%

Penulis: Ragil  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 01:03:01 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya berbicara dalam acara Hari Game Indonesia di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Pertumbuhan industri game Indonesia tidak lepas dari dorongan investasi asing. Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengungkapkan, sektor aplikasi dan game tumbuh signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kalau kita melihat dari data bahwa kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap PDB nasional di tahun 2025 sudah 7,3%. Artinya, kami optimis dalam satu tahun ke depan itu melampaui 8%," ujar Riefky di acara Hari Game Indonesia, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

"Yang kedua, pertumbuhan aplikasi dan games sendiri dibandingkan tahun sebelumnya itu meningkat sekitar 18,22%. Dan ini sangat signifikan impact-nya juga ke tenaga kerja," lanjutnya. 10 Developer Dibawa ke Jerman, Tokyo Game Show Jadi Target Berikutnya

Untuk mengejar target investasi, Kemenekraf tidak bekerja sendiri. Mereka menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kementerian Perdagangan, serta Pemprov DKI Jakarta untuk membawa 10 developer game terbaik Indonesia ke Jerman pada 2025.

Di sana, para developer didampingi untuk bertemu langsung dengan calon investor dan membuka peluang kerja sama bisnis. Ini adalah langkah konkret untuk memastikan game lokal tidak hanya laku di pasar domestik, tetapi juga kompetitif di kancah global.

"Bagaimana investasi ke sektor game ini bisa semakin meningkat, salah satunya kolaborasi dengan Komdigi dan Kementerian Perdagangan serta Pemda DKI yang kami lakukan di tahun 2025," kata Teuku Riefky.

Selain Jerman, pemerintah juga mendorong keterlibatan developer Indonesia di Tokyo Game Show. Partisipasi di event sebesar itu diharapkan bisa memperluas jaringan dan mengenalkan produk game lokal ke publisher serta mitra bisnis internasional. Game Lokal Bisa Dicoba di Bandara Soekarno-Hatta

Promosi produk game lokal juga dilakukan di dalam negeri. Kemenekraf menampilkan sembilan game lokal di Terminal 2 dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Pengunjung bandara bisa mencoba langsung game-game tersebut. Langkah ini diambil untuk meningkatkan exposure game lokal di kalangan masyarakat luas, termasuk wisatawan mancanegara yang singgah di Indonesia.

Pemerintah juga akan melanjutkan kolaborasi melalui berbagai kegiatan industri, termasuk Indonesia Game Developer Exchange (IGDX). Program ini menjadi wadah bagi developer lokal untuk bertukar pengetahuan dan membangun jaringan dengan pelaku industri dari negara lain. Pelatihan Tenaga Kerja dan Program Game Seed

Dari sisi sumber daya manusia, pemerintah menjalankan program pelatihan dan pendampingan bersama berbagai pihak. Salah satu kolaborasi yang sempat dilakukan adalah dengan Google Play.

Menekraf menegaskan pengembangan industri game tidak akan berhenti pada promosi, investasi, dan pelatihan. Pemerintah ingin terus menggandeng asosiasi, termasuk Asosiasi Game Indonesia (AGI) serta komunitas board game, melalui sejumlah program seperti game seed.

Dengan pertumbuhan aplikasi dan game yang mencapai 18,22%, pemerintah berharap peningkatan investasi, ekspor dan tenaga kerja dapat memperbesar kontribusi industri game terhadap ekonomi kreatif nasional.

"Kami optimistis industri game Indonesia dapat semakin kuat sekaligus menciptakan multiplier effect terhadap ekonomi," pungkasnya.

Reporter: Ragil
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top