Investasi Pemkab Beltim Susut Rp213 Juta Akibat BUMD Rugi, Dividen Bank Sumsel Babel Justru Tembus Rp4,42 Miliar

Penulis: Fajar  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:07:02 WIB
Investasi jangka panjang Pemkab Beltim susut Rp213,59 juta menjadi Rp41,31 miliar akibat ekuitas PT Pembangunan Belitung Timur yang kolaps.

BELITUNG TIMUR — Kabar baik dan buruk mewarnai laporan keuangan Pemkab Beltim akhir tahun lalu. Meski total investasi jangka panjang menyusut Rp213,59 juta menjadi Rp41,31 miliar, aliran dividen dari Bank Sumsel Babel (BSB) untuk tahun buku 2024 tetap mengucur deras ke kas daerah.

Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) Tahun Anggaran 2025, penurunan nilai investasi hampir seluruhnya disebabkan oleh kolapsnya ekuitas PT Pembangunan Belitung Timur (Perseroda). Nilai penyertaan modal perusahaan pelat merah itu jatuh 100 persen dari Rp496,04 juta menjadi Rp0.

BUMD Rugi Rp846 Juta, Ekuitas Ludes dan Tak Pernah Setor PAD

PT Pembangunan Belitung Timur mencatat rugi tahun berjalan sebesar Rp846,75 juta pada 2025. Namun, berdasarkan metode ekuitas, Pemkab Beltim hanya mengakui kerugian sampai nilai investasinya menjadi nihil, yakni sebesar Rp496,04 juta.

Artinya, ada sekitar Rp350,70 juta kerugian yang belum dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan daerah. Perusahaan yang berdiri sejak 2015 dengan bidang usaha konstruksi, jasa, hingga perikanan ini diakui belum pernah memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena operasionalnya tidak lancar.

Dividen BSB 2025: Turun 8,19 Persen tapi Akumulasi Tembus Rp57,8 Miliar

Kondisi berbeda justru ditunjukkan oleh Bank Sumsel Babel. Dengan nilai penyertaan modal mencapai Rp32 miliar—setelah ada tambahan Rp4 miliar berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2023—Pemkab Beltim menerima dividen Rp4,42 miliar pada 2025 untuk tahun buku 2024.

Meski angka ini menurun Rp394,19 juta dibandingkan dividen tahun buku 2023 yang sebesar Rp4,81 miliar, secara akumulatif Bank Sumsel Babel telah menjadi mesin uang yang andal. Total dividen yang pernah diterima Pemkab Beltim dari bank pembangunan daerah tersebut kini mencapai Rp57,80 miliar.

Jika dirinci, tren dividen tiga tahun terakhir memang menunjukkan penurunan: Rp5,52 miliar (tahun buku 2022), Rp4,81 miliar (tahun buku 2023), dan Rp4,42 miliar (tahun buku 2024).

PERUMDAM Pelangi Timur Satu-satunya yang Tumbuh

Di tengah lesunya PT Pembangunan Belitung Timur, PERUMDAM Pelangi Timur justru mencatatkan kinerja positif. Nilai penyertaan modal berdasarkan metode ekuitas naik 1,21 persen menjadi Rp9,31 miliar, ditopang laba 2025 sebesar Rp842,90 juta.

Kenaikan ini sudah memperhitungkan penyesuaian laba ditahan Rp731,53 juta berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik (KAP). Kondisi ini menegaskan bahwa kinerja tiap entitas BUMD sangat menentukan sehat-tidaknya nilai investasi pemerintah daerah di mata auditor.

Reporter: Fajar
Sumber: suarabangka.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top