KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Menteri Perhubungan AS Sean Duffy mengonfirmasi rencana tersebut dalam kunjungannya ke Michigan, Senin lalu. Ia menyebut kebijakan ini sebagai langkah "common-sense" agar Detroit bisa membangun mobil yang diinginkan pasar, bukan yang dipaksakan Washington. Otomotif menjadi sektor yang paling terdampak langsung, dengan pabrikan mendapat kelonggaran kepatuhan yang signifikan.
Proposal dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) yang dirilis Desember tahun lalu menjadi acuan utama. Aturan itu secara retrospektif menurunkan standar 2022, lalu menaikkannya hanya 0,25–0,5 persen per tahun hingga 2031. Sebelumnya, era Biden menetapkan kenaikan 8 persen untuk tahun model 2024–2025, 10 persen untuk 2026, dan 2 persen per tahun mulai 2027.
Keringanan Bagi Pabrikan, Beban Baru bagi Konsumen
Perubahan ini memudahkan pabrikan memenuhi target karena kredit kepatuhan dari tahun-tahun sebelumnya tetap berlaku. Ditambah keputusan Kongres 2025 yang menghapus denda kegagalan capai standar efisiensi dan mengakhiri insentif pajak US$ 7.500 untuk pembeli EV, arah kebijakan kendaraan listrik di AS semakin meredup.
NHTSA mengklaim aturan ini memangkas biaya produksi kendaraan baru hingga US$ 930 per unit. Namun angkanya lain di sisi konsumen: belanja bahan bakar diperkirakan membengkak US$ 185 miliar dan emisi karbon naik sekitar 5 persen. "Goddamn, I am so tired of winning," tulis editor Jalopnik dalam editorial menyikapi data tersebut.
Konteks Politik dan Dampak ke Industri
Kebijakan ini membatalkan pula otoritas California yang sempat melarang penjualan mobil bensin pada 2035, sebuah keputusan yang tengah diajukan ke pengadilan oleh negara bagian tersebut. Bagi pabrikan global yang sudah mengalokasikan investasi besar ke elektrifikasi, sinyal ini mempersulit perencanaan produk jangka panjang.
Di sisi lain, penurunan standar tidak serta-merta menghentikan tren efisiensi mesin. Tekanan pasar dan persaingan tetap mendorong inovasi teknologi hybrid dan pembakaran internal yang lebih irit, hanya saja tanpa paksaan regulasi seketat sebelumnya.