TOBOALI — Kabupaten Bangka Selatan menerima alokasi anggaran lebih dari Rp50 miliar tahun ini untuk pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Dana tersebut akan difokuskan pada pembangunan dan penguatan fasilitas penunjang aktivitas nelayan di sejumlah titik pesisir.
Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid mengonfirmasi kabar ini pada Senin (31/8/2026) setelah menerima informasi dari dinas terkait. Ia menyebut besarnya dana dan jumlah titik yang ditetapkan menjadi peluang besar bagi daerah.
Anggaran Rp50 Miliar untuk 8 Kawasan, Ini Rincian Penggunaannya
Kepala Dinas Perikanan Bangka Selatan Dedy Yunihardi memaparkan, program KNMP tahun ini menjangkau delapan titik kawasan pesisir. Fokus utama pembangunan meliputi infrastruktur dasar yang selama ini menjadi kendala nelayan.
- Pembangunan jetty atau dermaga kecil untuk sandar kapal.
- Pabrik es untuk menjaga kualitas hasil tangkapan.
- Gudang beku (cold storage) sebagai tempat penyimpanan ikan.
- Penyediaan sumber air bersih bagi masyarakat pesisir.
- Bantuan sarana prasarana pendukung lainnya.
Target Bupati: Bukan Sekadar Infrastruktur, tapi Dongkrak Ekonomi Warga
Riza menegaskan program ini tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata. Ia menginginkan adanya efek berkelanjutan bagi perekonomian masyarakat pesisir.
"Alhamdulillah, berdasarkan informasi yang diterima dari dinas terkait, tahun ini kita mendapatkan kucuran alokasi anggaran lebih dari Rp50 miliar untuk program pengembangan KNMP," kata Riza.
Menurutnya, program ini menjadi momentum untuk mendongkrak pendapatan serta kesejahteraan nelayan. Efek berganda pun diharapkan menggerakkan roda ekonomi lokal, tidak hanya bagi mereka yang bekerja di laut.
Pembangunan yang Mesti Terasa Manfaatnya oleh Warga Lokal
Riza berharap proyek ini membuka ruang partisipasi bagi masyarakat lokal. Tenaga kerja dan bahan baku material sebaiknya diserap dari lingkungan sekitar agar manfaatnya benar-benar dirasakan.
"Di samping itu, kita juga berharap kucuran program pusat ini juga menggeliatkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan tenaga kerja dan penggunaan bahan baku material," ujarnya.
Dengan total delapan titik yang tersebar, pengembangan KNMP dianggap sebagai salah satu investasi terbesar di sektor kelautan Bangka Selatan tahun ini. Para nelayan dan pelaku usaha pesisir menjadi prioritas utama dalam pemanfaatan fasilitas tersebut.