BANGKA BARAT — Upacara pengibaran Bendera Merah Putih di Lapangan Atletik Pemkab Bangka Barat, Senin (17/8/2026), bukan sekadar seremoni tahunan. Bupati Bangka Barat Markus memanfaatkan momen tersebut untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat tentang pekerjaan rumah besar yang belum selesai: kemiskinan.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Markus menyebut semangat perjuangan para pahlawan harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata, bukan sekadar dikenang. Ia mengajak generasi muda memahami tanggung jawab yang melekat sebagai penerus bangsa.
“Kita sebagai generasi penerus bangsa mempunyai tanggung jawab bersama untuk mengentaskan kemiskinan dan memajukan daerah kita,” ujar Markus seusai upacara.
Di tengah pesan serius soal kesejahteraan, Markus juga menyampaikan kabar baik. Bangka Barat baru saja menerima penghargaan sebagai daerah peringkat pertama di wilayah Sumatera untuk kategori akses dan kualitas pelayanan kesehatan.
Penghargaan ini, menurut Markus, menjadi indikator bahwa kerja pemerintah daerah di sektor kesehatan mendapat pengakuan positif dari pemerintah pusat. Namun, ia mengingatkan agar capaian ini tidak membuat pemerintah terlena.
“Ini tidak mudah kita dapatkan. Artinya, penilaian dari pemerintah pusat untuk pelayanan kesehatan kita sudah baik. Tentunya itu tidak membuat kita menjadi jumawa,” katanya.
Markus justru memandang penghargaan tersebut sebagai pemicu untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik ke depan. Ia menegaskan, Pemkab Bangka Barat bersama Wakil Bupati telah memiliki visi dan misi untuk mendorong percepatan pembangunan.
Selain menyoroti pembangunan dan pelayanan publik, Markus mengapresiasi penampilan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Bangka Barat pada upacara kali ini. Ia menilai ada peningkatan dari sisi variasi gerakan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Pengibaran bendera berjalan lancar. Saya lihat Paskibraka tahun ini lebih bagus variasinya, dari gerak jalannya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Markus.
Upacara yang diikuti jajaran Pemkab Bangka Barat, pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, ASN, TNI-Polri, pelajar, hingga masyarakat itu berlangsung khidmat. Komandan Peleton Kompi A Yonif 147/Ksatria Jaya, Letda Inf. Sufri, dipercaya sebagai komandan upacara.
Usai pengibaran bendera, jajaran Forkopimda Bangka Barat melanjutkan rangkaian peringatan dengan mengikuti upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia secara virtual.