Pencarian

Polres Bangka Barat Turunkan 90 Ponton Tambang Timah Ilegal dari DAS Kampak, Libatkan Tokoh Masyarakat

Rabu, 19 Agustus 2026 • 12:22:12 WIB
Polres Bangka Barat Turunkan 90 Ponton Tambang Timah Ilegal dari DAS Kampak, Libatkan Tokoh Masyarakat
Petugas mengevakuasi 90 ponton tambang timah ilegal dari DAS Kampak, Bangka Barat, melalui pendekatan humanis bersama tokoh masyarakat.

MENTOK — Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Bangka Barat mencatat tidak ada lagi aktivitas penambangan liar di DAS Kampak setelah operasi penertiban yang digelar beberapa hari terakhir. Kondisi di lapangan terpantau kondusif dan puluhan alat berat pengolah timah itu kini tengah dievakuasi pemiliknya.

"Kemarin kita lakukan pemantauan situasi di DAS Kampak, terpantau aman dan kondusif, serta tidak ditemukan lagi aktivitas penambangan," ujar Kepala Seksi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Rabu (13/8).

Pendekatan Humanis Dinilai Lebih Efektif daripada Operasi Paksa

Alih-alih melakukan tindakan represif, jajaran Polres Bangka Barat memilih jalur komunikasi intensif dengan warga penambang dan tokoh adat setempat. Strategi ini terbukti membuahkan hasil ketika para pemilik ponton justru menarik sendiri peralatan mereka dari aliran sungai.

"Kami juga melibatkan para tokoh masyarakat setempat sebagai salah satu cara humanis yang kita lakukan untuk menghentikan aktivitas tambang tanpa izin di aliran sungai itu," kata Yos Sudarso.

Menurutnya, pendekatan persuasif ini jauh lebih efektif dibandingkan pembongkaran paksa yang berisiko memicu konflik horizontal di tengah masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertambangan.

Mengapa Penertiban DAS Kampak Mendesak Dilakukan?

Operasi yang digelar pada Rabu (12/8) itu menyasar praktik penambangan liar yang menggerus ekosistem sungai. Aktivitas ponton rajuk "tower" yang beroperasi tanpa izin dinilai menjadi penyebab utama sedimentasi dan kerusakan kualitas air di kawasan tersebut.

Polres Bangka Barat menegaskan bahwa keberlanjutan operasi ini bukan sekadar penegakan hukum, melainkan upaya menyelamatkan lingkungan dari kerusakan permanen. Pihaknya berkomitmen terus memantau DAS Kampak dan memberikan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.

"Pendekatan humanis dan persuasif ini terbukti berhasil sehingga aktivitas penambangan di lokasi itu saat ini sudah berhenti dan sejumlah ponton mulai ditarik keluar DAS Kampak," tegasnya.

Jaga Kelestarian Sungai, Polisi Ajak Warga Bertanggung Jawab

Polres Bangka Barat mengajak seluruh elemen masyarakat memahami bahwa menjaga lingkungan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Pengawasan akan terus diperketat untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas ilegal yang merusak daerah aliran sungai di wilayah Kecamatan Jebus dan sekitarnya.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Polres Bangka Barat memberantas penambangan ilegal sekaligus mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Follow belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks