KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kebiasaan Apple merilis iPhone standar dan varian Pro secara bersamaan sejak 2019 diprediksi berakhir tahun depan. Berdasarkan laporan MacRumors yang dikutip CNNIndonesia, perusahaan berencana membagi peluncuran iPhone 18 Series dalam dua tahap berbeda, sebuah pergeseran signifikan dalam kalender rilis produk mereka.
Langkah ini diambil di tengah tekanan biaya produksi yang meningkat, terutama untuk komponen memori. Dampaknya, konsumen di Indonesia yang terbiasa membeli iPhone flagship di akhir tahun harus menyesuaikan ekspektasi terhadap jadwal ketersediaan dan banderol harga terbaru.
Gelombang pertama akan berlangsung pada musim gugur 2026 (sekitar September) dan hanya menghadirkan iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, serta ponsel lipat pertama Apple. Sementara itu, iPhone 18 standar, iPhone 18e, dan iPhone Air generasi kedua baru akan menyusul pada musim semi 2027.
Pemisahan jadwal ini dinilai sebagai cara Apple untuk memfokuskan perhatian pasar pada lini produk premium sekaligus meredam gejolak biaya produksi. Kelangkaan pasokan memori global disebut menjadi pemicu utama kenaikan biaya komponen, memaksa Apple menekan pengeluaran di sektor lain seperti layar.
iPhone 18 Pro diprediksi membawa perubahan desain tipis dengan Dynamic Island yang lebih kecil. Peningkatan signifikan ada pada sektor kamera, di mana lensa Wide akan dilengkapi variable aperture untuk kontrol pencahayaan yang lebih presisi. Dapur pacunya dipercaya menggunakan chip A20 generasi baru berbasis arsitektur 2nm.
Untuk varian Pro Max, bodi ponsel dikabarkan sedikit lebih tebal untuk menampung kapasitas baterai yang lebih besar. Ada indikasi bahwa fitur kamera eksklusif tertentu hanya akan tersedia di model termahal ini. Kedua varian disebut akan hadir dengan opsi warna baru merah tua ceri.
Pada acara peluncuran yang sama, Apple diperkirakan memperkenalkan perangkat lipat pertamanya yang kemungkinan bernama iPhone Ultra. Perangkat ini dikabarkan memiliki layar berukuran 5,5 inci saat tertutup dan melebar menjadi 7,8 inci saat terbuka, dengan rasio aspek menyerupai mode lanskap iPad mini.
Alih-alih Face ID, perangkat lipat ini disebut mengandalkan Touch ID yang tertanam di tombol daya. iPhone Ultra hanya akan dibekali sistem dua kamera dan menghadirkan fitur multitasking baru yang dirancang khusus untuk layar besar.
Para pengamat memprediksi kenaikan harga yang signifikan untuk lini Pro. Estimasi kenaikan berkisar antara US$100 (sekitar Rp1,7 juta) hingga US$300 (sekitar Rp5,3 juta). Jika benar, harga iPhone 18 Pro bisa melonjak dari posisi iPhone 17 Pro yang saat ini dibanderol US$1.099 (sekitar Rp19,5 juta).
Kenaikan serupa juga berpotensi terjadi pada iPhone 18 Pro Max yang kini dijual di harga US$1.199 (sekitar Rp21,3 juta). Apple disebut akan berusaha mengompensasi biaya ini dengan menekan kualitas layar pada varian standar, yang rencananya akan berbagi sejumlah komponen dengan iPhone 18e.
Sementara itu, untuk ponsel lipat iPhone Ultra, banderol harganya diprediksi jauh lebih tinggi, yakni antara US$2.000 (sekitar Rp35,6 juta) hingga US$2.500 (sekitar Rp44,5 juta). Pendapatan dari penjualan perangkat lipat ini diyakini akan membantu menutup sebagian biaya produksi varian Pro yang meningkat.
iPhone 18 standar yang baru rilis pada 2027 diprediksi tetap menggunakan chip A20 2nm dan RAM lebih besar. Model ini akan mendapatkan Dynamic Island yang lebih kecil serta modem C2 terbaru buatan Apple. Untuk menjaga margin, kualitas layar kemungkinan akan diturunkan.
Di sisi lain, iPhone 18e hadir dengan peningkatan chip dan RAM 9GB, tidak jauh berbeda dari pendahulunya. Apple juga berencana merilis iPhone Air generasi kedua bersamaan dengan varian standar, dengan peningkatan utama berupa kamera Ultra Wide dan baterai lebih besar.