BANGKA — Sebuah video berdurasi pendek berjudul "SATU KLIK, DUA PILIHAN" mengantarkan Fadhil Hidayat, mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB), menjadi yang terbaik di ajang Lomba Video Edukatif Kontra IRET. Kompetisi yang digelar Densus 88 Anti Teror Polri Wilayah Kepulauan Bangka Belitung ini menjadikan karya Fadhil sebagai pemenang utama.
Dalam perlombaan tersebut, Fadhil bersama tim mengusung tema "Aksi Kreatif Pemuda Membuat Konten Damai untuk Melawan Propaganda Radikal". Judul karyanya secara eksplisit menggambarkan pilihan yang dihadapi generasi muda saat berselancar di dunia maya: ikut menyebarkan kebencian atau memutus mata rantai hoaks dan ujaran kebencian.
Kreativitas Anak Muda Jadi Benteng Pertahanan Digital
Keikutsertaan Fadhil di kompetisi ini menegaskan peran strategis mahasiswa dalam menjaga ruang digital tetap sehat. Alih-alih sekadar menjadi penonton, mahasiswa UBB ini memilih terjun langsung memproduksi konten yang menawarkan narasi perdamaian.
Lomba yang diselenggarakan Densus 88 ini memang dirancang untuk menjaring gagasan segar dari kalangan generasi muda. Media digital dinilai menjadi medan pertempuran baru melawan penyebaran paham radikal yang kerap menyasar anak muda melalui berbagai platform.
Mengapa Video Edukasi Menjadi Senjata Efektif?
Video pendek memiliki jangkauan yang luas dan mudah dicerna berbagai kalangan. Dibandingkan tulisan panjang, format video dinilai lebih efektif untuk menanamkan pesan toleransi dan kewaspadaan terhadap bahaya intoleransi.
Karya Fadhil berhasil menerjemahkan isu yang kompleks menjadi sajian yang ringan namun tetap bermakna. Keunggulan inilah yang membuat juri menjatuhkan pilihan kepada mahasiswa Jurusan Hukum tersebut sebagai juara pertama.
Prestasi ini menjadi catatan positif bagi dunia pendidikan tinggi di Kepulauan Bangka Belitung. UBB melalui mahasiswanya menunjukkan bahwa sivitas akademika tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga peka terhadap isu-isu kebangsaan dan keamanan nasional.