LinkAja Raup Pertumbuhan EBITDA Lebih dari 200%, Ini Strategi Transformasi Jadi Financial Service Enabler

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:42:31 WIB
Direktur Utama LinkAja Yogi Rizkian Bahar memaparkan strategi transformasi perusahaan menjadi Financial Service Enabler di Kantor LinkAja, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Perusahaan fintech milik BUMN ini tak lagi hanya mengandalkan bisnis dompet digital. LinkAja kini merambah layanan payment gateway, QRIS, merchant payment, hingga solusi finansial untuk bisnis. Langkah ini diambil untuk memperkuat posisi di tengah kompetisi industri keuangan digital yang kian ketat.

"LinkAja terus berkembang dari sekadar payment platform menjadi Financial Service Enabler yang menghadirkan solusi keuangan sesuai kebutuhan ekosistem. Kekuatan kami terletak pada kemampuan untuk menghubungkan berbagai pihak dan menghadirkan value melalui kolaborasi," ujar Chief Executive Officer LinkAja, Yogi Rizkian Bahar, Kamis (20/8/2026).

Kolaborasi dengan Telkomsel dan Himbara

Salah satu motor penggerak pertumbuhan adalah kolaborasi dengan pemegang saham dan mitra strategis. Bersama Telkomsel, LinkAja menghadirkan DigiPOS yang memanfaatkan layanannya sebagai payment currency bagi merchant dan reseller produk digital.

LinkAja juga mendukung MyTelkomsel Account Linkage, yang mengintegrasikan kapabilitas layanan keuangan ke dalam ekosistem super-app tersebut. Sementara itu, kerja sama dengan Himbara memperluas akses layanan keuangan digital melalui fitur cash-in, cash-out, dan cardless withdrawal bagi pengguna perbankan.

Dari sisi operasional, jumlah pengguna aktif bulanan (MAU) tercatat tumbuh 5% secara year-on-year pada semester I-2026. "Pertumbuhan yang kami capai tidak hanya kami lihat dari sisi angka, tetapi juga dari kualitas dan keberlanjutan bisnis," kata Chief Finance & Strategy Officer LinkAja, Wannahari Harahap.

LinkAja Syariah: Satu-satunya E-Wallet Syariah di Indonesia

Di segmen ekonomi syariah, LinkAja mengklaim produknya, LinkAja Syariah, menjadi satu-satunya dompet digital berbasis prinsip syariah di tanah air. Memasuki tahun keenam, layanan ini telah dipercaya lebih dari 9 juta pengguna dengan total transaksi menembus 213 juta.

Komitmen terhadap prinsip syariah diperkuat lewat pembaruan sertifikasi kesesuaian dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) pada 2022 dan 2025. Dalam enam tahun terakhir, LinkAja Syariah juga menyalurkan dana donasi pengguna mencapai Rp403 miliar melalui kemitraan dengan lebih dari 31 organisasi sosial dan keagamaan.

Pada 2026, LinkAja Syariah terus mengembangkan fitur dan kemitraan, termasuk menghadirkan Kalkulator Zakat, menu BAZNAS, serta memperluas kolaborasi dengan institusi dalam ekosistem ekonomi syariah.

Transformasi ini menempatkan LinkAja pada posisi strategis di tengah lanskap pembayaran digital nasional yang dikuasai pemain besar. Dengan fondasi kolaborasi ekosistem BUMN yang kuat, perusahaan membidik pertumbuhan berkelanjutan di luar bisnis inti pembayaran.

Reporter: Sutomo
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top