KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kekalahan ini membuat Indonesia praktis kehilangan satu tiket menuju babak ketiga dari sektor ganda putra. Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kini menjadi dua andalan tersisa yang masih berjuang mempertahankan peluang gelar di turnamen bergengsi tersebut.
Kehilangan Kendali di Momen Krusial
Jalannya pertandingan sejatinya menjanjikan. Raymond/Joaquin sempat menunjukkan taji dengan memimpin 10-8 di gim pertama, bahkan sempat menjauh 16-13 setelah mencetak enam poin beruntun. Namun, momen tersebut justru menjadi titik balik bagi pasangan nonunggulan asal Malaysia.
Arif/Yap merespons dengan agresif dan merebut delapan poin beruntun untuk menutup gim pertama dengan skor 21-16. Momentum itu mereka bawa ke gim kedua. Pasangan Malaysia langsung tancap gas dengan memimpin 4-0, membuat Raymond/Joaquin terus berada dalam posisi mengejar.
Duo Indonesia hanya dua kali sempat menyamakan kedudukan, terakhir di angka 12-12. Setelah itu, ganda Malaysia kembali mengambil alih kendali permainan dan menuntaskan perlawanan Raymond/Joaquin dengan skor 19-21.
Evaluasi Cepat Jelang Turnamen Berikutnya
Kegagalan ini menjadi catatan tersendiri bagi sektor ganda putra Indonesia. Kemampuan mempertahankan keunggulan di fase kritis kembali menjadi sorotan, mengingat pola serupa juga kerap terjadi di beberapa turnamen BWF sebelumnya.
Hasil ini sekaligus menegaskan bahwa persaingan di nomor ganda putra semakin ketat. Pasangan nonunggulan seperti Arif/Yap kini mampu tampil lepas dan mengganggu dominasi unggulan, sebuah ancaman yang harus diantisipasi pelatih saat menyusun strategi ke depan.
Perhatian publik bulutangkis tanah air kini beralih ke dua wakil yang tersisa. Sabar/Reza dan Fajar/Fikri diharapkan bisa melaju lebih dalam dan menjaga asa Indonesia di ajang Kejuaraan Dunia tahun ini.