BRIN Sebut Hutan Kelekak di Bangka Belitung Percepat Pemulihan Danau Bekas Tambang Timah

Penulis: Yasir  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:15:02 WIB
Hutan kelekak di Bangka Belitung berperan dalam mempercepat pemulihan ekosistem danau bekas tambang timah.

PANGKALPINANG — Hutan kelekak tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga garda depan restorasi lingkungan di Bangka Belitung. Ketua Kelompok Riset Pengelolaan Lanskap Antropogenik Pusat Riset Ekologi BRIN, Rozza Tri Kwatrina, mengungkapkan bahwa keberadaan hutan kelekak di dekat lokasi tambang memberikan manfaat nyata bagi pemulihan ekosistem daerah.

Hasil kajian BRIN menunjukkan perubahan signifikan terjadi pada biologi perairan kolong bekas tambang. Struktur komunitas plankton bergeser dari organisme yang murni asidofilik seperti Chlorella sp menjadi komunitas yang jauh lebih beragam, mulai dari flagilaria, ampora, hingga kelompok rotifera.

Bahan Organik Kunci Pulihkan Kualitas Air Kolong

Proses pemulihan ini terjadi secara alami. Bahan organik yang berasal dari serasah hutan kelekak menjadi sumber makanan utama bagi mikroorganisme fungsional, seperti plankton pereduksi sulfat dan jenis mikoremediator lokal seperti genus amophora.

"Bahan organik dari kelekak ini menjadi sumber makanan utama bagi mikroorganisme fungsional, seperti plankton pereduksi sulfat dan jenis mikoremediator lokal seperti genus amophora," kata Rozza Tri Kwatrina dalam diskusi tersebut.

Fitoplankton yang berkembang kemudian secara aktif membersihkan air kolong. Logam berat beracun diubah menjadi senyawa sulfida padat yang tidak berbahaya dan mengendap di dasar sedimen kolong.

Mikroklimat Hutan Kelekak Dinilai Sangat Sehat

Tidak hanya memulihkan kualitas air, hutan kelekak juga terbukti menjaga kesehatan tanah. BRIN mencatat suhu tanah di kawasan ini berkisar 28 hingga 29 derajat Celcius, sebuah indikator bahwa ekosistem kelekak berada dalam kondisi mikroklimat yang sangat sehat.

Kerimbunan pepohonan seperti durian, pelawan, cempedak, dan manggis berhasil menyaring panas matahari secara optimal. Alhasil, tanah di bawahnya tetap lembap dan hangat, kondisi ideal untuk menyuburkan akar serta mikroba tanah.

"Rimbunnya pepohonan hutan kelekak, seperti durian, pelawan, cempedak, manggis berhasil menyaring panas matahari secara optimal, sehingga tanah di bawahnya tetap lembap dan hangat untuk menyuburkan akar serta mikroba tanah," jelasnya.

Jarak Kelekak dan Kolong Menentukan Cepatnya Restorasi

Faktor kedekatan lokasi menjadi penentu utama efektivitas pemulihan. Jarak hutan kelekak yang dekat dengan kolong menjamin pasokan bahan organik berlangsung konstan. Kondisi ini secara ilmiah mempercepat waktu pemulihan alami kolong dari yang seharusnya membutuhkan waktu ratusan tahun menjadi hanya beberapa dekade saja.

Diskusi "Menata Ulang Masa Depan Kelekak Babel" sendiri merupakan bagian dari upaya BRIN mendorong perlindungan ekosistem kelekak di tingkat kebijakan. Sebelumnya, BRIN juga telah mendorong Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk menerbitkan peraturan daerah (perda) sebagai payung hukum penyelamatan hutan kelekak.

Reporter: Yasir
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top