Ketua KNPI Beltim Wahyu Setiawan: Kepentingan Rakyat Wajib Jadi Prioritas dalam Tata Kelola Timah

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 13:15:31 WIB
Wahyu Setiawan, Ketua KNPI Belitung Timur, menyampaikan pernyataan mengenai tata kelola timah di Belitung Timur.

BELITUNG TIMUR — Sektor pertambangan timah masih menjadi sumber penghidupan utama bagi sebagian besar warga Belitung Timur. Kondisi ini membuat setiap kebijakan terkait tata niaga timah langsung berdampak pada perputaran ekonomi di tingkat akar rumput.

Wahyu Setiawan menegaskan, posisi PT Timah sebagai satu-satunya perusahaan tambang di Belitung Timur membuat langkah perusahaan dalam membeli timah dari masyarakat memiliki arti penting. Menurutnya, akomodasi terhadap hasil tambang rakyat merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan terhadap kelangsungan hidup warga.

PT Timah Jadi Tulang Punggung Ekonomi Warga

"Kalau langkah PT TIMAH ketika membeli timah di tengah masyarakat dengan keterbatasan regulasi, ya itu seharusnya sudah wajar dan sudah menjadi andilnya di Belitung Timur, khususnya. Karena PT TIMAH sendiri sebagai perusahaan tunggal yang ada di Beltim," kata Wahyu.

Ia menjelaskan, banyak keluarga di Belitung Timur yang pendapatannya bergantung pada aktivitas menambang maupun kegiatan ekonomi lain yang berkaitan dengan sektor tersebut. Ketika mekanisme pembelian berjalan, dampaknya tidak hanya dirasakan para penambang, tetapi ikut menggerakkan sektor usaha kecil di sekitarnya.

Roda Ekonomi Ikut Berhenti Saat Pembelian Terhenti

"Pembelian timah di masyarakat dapat membantu perputaran ekonomi daerah. Karena masyarakat masih bergantung di sektor pertambangan. Maka itu yang paling besarnya, sehingga mempengaruhi perekonomian yang ada di daerah, khususnya Belitung Timur," ujarnya.

Wahyu menambahkan, risiko terbesar justru muncul ketika pembelian timah dari masyarakat terhenti. Dampaknya langsung terasa, mulai dari menurunnya pendapatan harian penambang hingga melambatnya transaksi di pasar-pasar lokal yang mengandalkan uang hasil tambang.

Pernyataan ini muncul di tengah dinamika regulasi pertimahan nasional yang terus berubah. Belitung Timur sebagai salah satu sentra produksi timah nasional berada di posisi yang rentan ketika kebijakan di tingkat pusat tidak selaras dengan kondisi riil di lapangan.

Oleh karena itu, Wahyu berharap pemerintah daerah dan PT Timah dapat terus mencari celah regulasi yang tetap berpihak pada kepentingan warga. Menurutnya, keberpihakan itu bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak agar roda ekonomi masyarakat tidak berhenti.

Reporter: Sutomo
Sumber: ayobangka.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top