Nelayan Asal Lubuk Besar Hilang di Perairan Bangka Tengah, Tim SAR Gabungan Dikerahkan Cari Sidi

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:44:31 WIB
Tim SAR gabungan menyisir perairan Lubuk Besar untuk mencari nelayan bernama Sidi yang dilaporkan hilang sejak Selasa (25/8/2026).

PANGKALPINANG — Sidi dilaporkan berangkat melaut menuju fishing ground dari Pelabuhan Lubuk Komplek pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Ia memiliki kebiasaan kembali ke daratan pada pukul 04.00 WIB, namun hingga waktu tersebut, korban tidak kunjung tiba.

Laporan orang hilang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang dari Awi, keluarga korban, pada Rabu (26/8/2026) pukul 16.51 WIB. Sebelum melapor, keluarga bersama sejumlah nelayan setempat telah melakukan pencarian mandiri sejak pagi hingga pukul 15.45 WIB, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Tim Rescue Diberangkatkan ke Pantai Lubuk Besar

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang langsung mengerahkan enam personel. Tim diberangkatkan pada pukul 17.11 WIB menuju Pantai Lubuk Besar untuk melaksanakan operasi pencarian.

Operasi pencarian ini melibatkan tim SAR gabungan yang berkoordinasi dengan pihak keluarga dan nelayan setempat. Titik pencarian difokuskan di sekitar Perairan Lubuk Besar, area yang menjadi lokasi terakhir korban melaut.

Pencarian Mandiri Sejak Pagi Belum Temukan Jejak

Keluarga korban sempat melakukan pencarian secara mandiri menggunakan peralatan seadanya. Nelayan setempat turut membantu menyisir perairan sejak dini hari, tetapi kondisi cuaca dan gelombang menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar perairan. Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang belum merilis perkembangan terbaru mengenai hasil operasi pencarian tersebut.

Reporter: Sutomo
Sumber: faktaberita.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top