Pencarian

Camat Lubuk Besar Siapkan Posko Karhutla Awal September, Apel Gabungan Libatkan TNI-Polri dan Tagana

Rabu, 19 Agustus 2026 • 18:10:31 WIB
Camat Lubuk Besar Siapkan Posko Karhutla Awal September, Apel Gabungan Libatkan TNI-Polri dan Tagana
Apel gabungan kesiapsiagaan karhutla melibatkan TNI-Polri, Tagana, dan relawan digelar di Kecamatan Lubuk Besar, Rabu (19/8/2026).

LUBUK BESAR — Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengancam selama musim kemarau. Apel gabungan yang digelar Rabu (19/8/2026) menjadi wujud nyata komitmen bersama untuk mencegah meluasnya titik api di wilayah tersebut.

Camat Lubuk Besar Arman mengatakan kesiapsiagaan ini melibatkan unsur kepolisian, TNI, Tagana, BPBD, pemadam kebakaran, Senkom, relawan, hingga pemerintah desa dan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai penting karena penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu instansi.

Posko Khusus Tanggap Karhutla Beroperasi September

Langkah konkret tengah disiapkan pemerintah kecamatan dengan mendirikan posko khusus tanggap karhutla pada awal September 2026. Keberadaan posko ini diharapkan mampu mempercepat respons ketika laporan titik api masuk dari masyarakat.

"Saat ini semua peralatan pendukung, baik mobil damkar maupun fasilitas pendukung lainnya, masih terpusat di kantor kecamatan. Namun, awal September 2026 akan ada pos khusus tanggap bencana karhutla," kata Arman di Lubuk Besar, Rabu.

Dengan posko yang tersebar, penanganan karhutla di Kecamatan Lubuk Besar diharapkan lebih fokus dan terpadu. Waktu tempuh petugas menuju lokasi kebakaran pun bisa dipangkas, terutama untuk area yang jauh dari pusat kecamatan.

Mitigasi dan Sosialisasi Jadi Kunci Pencegahan

Pencegahan dini menjadi prioritas utama sebelum karhutla meluas. Pemerintah kecamatan telah menyiapkan langkah mitigasi potensi titik api sekaligus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak karhutla.

"Mitigasi kita lakukan sebagai langkah awal pencegahan serta sosialisasi kepada masyarakat, baik secara langsung maupun melalui spanduk," ujarnya.

Sosialisasi ini menyasar kelompok-kelompok yang kerap membuka lahan dengan cara membakar. Pemerintah desa diminta berperan sebagai garda terdepan dalam mengawasi aktivitas warganya di tengah kondisi cuaca kering yang mudah memicu kebakaran.

Arman menegaskan keterlibatan warga menjadi penentu keberhasilan pencegahan karhutla. Ia meminta pemerintah desa meningkatkan kewaspadaan dan mengajak masyarakat menjaga lingkungan selama musim kemarau.

"Pemerintah desa dan masyarakat harus bahu-membahu membantu secara sukarela untuk mencegah karhutla demi lingkungan dan keselamatan bersama," tegasnya.

Musim Kemarau Dua Bulan, Ancaman Titik Api Meningkat

Kondisi kemarau yang telah berlangsung sekitar dua bulan membuat lahan kering dan mudah terbakar. Wilayah Kecamatan Lubuk Besar yang memiliki area perkebunan dan lahan kosong menjadi salah satu titik rawan yang perlu diwaspadai.

Apel gabungan yang digelar Rabu menjadi sinyal bahwa seluruh elemen di Lubuk Besar tidak ingin mengulang kejadian karhutla yang kerap merugikan lingkungan dan kesehatan warga. Asap tebal akibat kebakaran lahan biasanya mengganggu aktivitas warga dan berpotensi mengganggu lalu lintas udara di sekitar wilayah Bangka Belitung.

Pemerintah kecamatan berharap dengan kesiapan peralatan, personel, dan posko baru, potensi karhutla di Lubuk Besar bisa ditekan seminimal mungkin hingga musim hujan tiba.

Follow belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks