KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Desa Wisata Simarasok membawa nama Sumatera Barat bersinar di kancah nasional. Pengumuman kelolosan ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Agam, Kasman Zaini, di Lubuk Basung, Selasa (8/9/2026). Ia didampingi Kepala Bidang Pengembangan dan Promosi Pariwisata, Adek Ariani.
Pencapaian ini bukan sekadar angka. Ia menjadi bukti bahwa pengelolaan desa wisata berbasis kearifan lokal masih relevan dan diakui di tingkat nasional.
Kasman Zaini menyebut keaslian menjadi modal utama Simarasok. "Menjadi keunggulan kita di Simarasok adalah masih asli, asri, dan mempertahankan kearifan lokal dan budaya yang ada, serta pesona alam yang masih terjaga," katanya.
Tim juri Kemenpar akan memverifikasi sejumlah indikator penilaian. Aspek yang diuji meliputi kelembagaan, pengelolaan, atraksi, kondisi lingkungan, ekonomi, peran masyarakat, amenitas, aksesibilitas, homestay, kemitraan, dan digitalisasi.
Jadwal visitasi berlangsung September hingga Oktober 2026. Untuk itu, persiapan matang tengah dilakukan guna memastikan setiap indikator memiliki bukti dukung nyata di lapangan.
Persiapan ini melibatkan Tim Koordinasi Lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Beberapa instansi yang tergabung antara lain Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Agam, Dinas Lingkungan Hidup Agam, Dinas Pertanian Agam, Dinas Koperasi UKM Agam, serta Diskominfo Agam.
Setelah visitasi rampung, tim juri Kemenpar akan menetapkan perengkingan pemenang sesuai kategori. Kasman Zaini berharap keunggulan Simarasok mampu membawanya menjadi yang terbaik nantinya.
Prestasi ini menjadi kebanggaan ganda: bagi Sumatera Barat dan Kabupaten Agam. Sekaligus penegasan bahwa potensi alam, budaya, ekonomi kreatif, dan keramahan masyarakat desa mampu bersaing di panggung nasional.
Bagi traveler yang ingin merasakan suasana desa wisata autentik di Sumatra Barat, Simarasok layak masuk daftar kunjungan. Desa ini menawarkan pengalaman budaya Minangkabau yang masih terjaga di tengah pesona alam perbukitan Baso.