Wali Kota Pangkalpinang Tinjau Pasar Pagi yang Overload, Siapkan Relokasi Pedagang hingga Pasar Baru di Gerunggang

Penulis: Fajar  •  Sabtu, 12 September 2026 | 09:02:02 WIB
Wali Kota Pangkalpinang Saparudin meninjau kepadatan Pasar Pagi Pangkalpinang, Sabtu (12/9/2026).

PANGKALPINANG — Kepadatan Pasar Pagi Pangkalpinang menjadi perhatian langsung Wali Kota Saparudin saat meninjau lokasi pada Sabtu (12/9/2026). Ia menilai jumlah pedagang yang berjualan jauh lebih banyak dibanding ruang usaha yang tersedia.

“Pasar Pagi ini sudah overload. Artinya, ruang berjualan lebih sedikit daripada pedagangnya. Pedagangnya memang sudah banyak sekali,” ujar Saparudin di lokasi peninjauan.

Kondisi itu terlihat dari lantai bawah pasar yang terisi penuh. Bahkan area yang seharusnya dipakai sebagai lahan parkir tidak lagi menyisakan ruang kosong.

Lantai Atas Sepi, Pedagang Kering Dipindahkan

Di sisi lain, lantai atas Pasar Pagi justru belum termanfaatkan optimal. Hanya satu hingga dua pedagang yang berjualan di sana.

Pemkot Pangkalpinang memutuskan memindahkan pedagang barang dagangan kering, seperti bumbu-bumbuan dan kebutuhan pokok kering, ke lantai atas. Kebijakan itu diambil agar ruang usaha di lantai bawah lebih tertata.

Supaya pedagang tidak kehilangan pelanggan saat pindah, pemerintah memberikan keringanan pembayaran retribusi selama masa transisi.

“Biasanya kalau mereka pindah, langganannya belum tahu ke mana. Jadi kami berikan keringanan pembayaran retribusi dulu. Ini masa transisi agar mereka tetap bisa mengembangkan usahanya di lokasi baru,” jelas Saparudin.

Gerunggang dan Air Hitam Disiapkan untuk Pasar Baru

Relokasi di dalam Pasar Pagi hanya solusi sementara. Saparudin menilai pertumbuhan penduduk dan perluasan wilayah kota membuat Pangkalpinang butuh tambahan fasilitas pasar.

Kawasan Gerunggang dan Air Hitam menjadi lokasi utama yang disiapkan untuk pembangunan pasar baru. Menurut Saparudin, dua wilayah itu belum memiliki pasar sendiri.

“Pasar Pagi ini nantinya kita fokuskan melayani kawasan Taman Sari. Sementara Gerunggang dan Gabek belum punya pasar sendiri. Pangkalbalam sudah ada, Rangkui juga sudah ada. Maka itu kita butuh pasar baru,” tambahnya.

Pemkot menargetkan pembangunan pasar baru dimulai secara bertahap pada 2027 atau paling lambat 2028. Anggaran pembebasan lahan sudah disiapkan.

Lahan yang dicari minimal setengah hektare, idealnya satu hektare agar fasilitasnya lengkap. Namun, mencari lahan strategis seluas itu masih cukup sulit.

Penertiban Pedagang Trotoar Berlanjut

Penataan pedagang di luar area pasar juga masih berjalan. Penggunaan badan jalan disebut hampir tertib, tetapi masih ada pedagang yang memanfaatkan ruang trotoar.

Penertiban tahap kedua akan segera dilakukan. Keterbatasan daya tampung pasar menjadi tantangan tersendiri dalam proses itu.

“Kalau kondisinya sudah overload begini, mau bagaimana lagi kita minta mereka masuk? Di mana tempatnya?” kata Saparudin.

Perbaikan Fisik Sejumlah Pasar Ikut Disiapkan

Pemkot Pangkalpinang juga berencana memperbaiki fisik sejumlah pasar agar lebih layak. Di Pasar Pagi, seluruh jalan lingkungan yang rusak akan diaspal ulang.

Perbaikan serupa dilakukan di Pasar Besar, difokuskan pada jalan rusak di kawasan pedagang daging. Sementara itu, perbaikan atap Pasar Pangkalbalam dan pembenahan Pasar Parit Lalang akan dimulai bulan depan.

Rangkaian langkah itu mencakup penataan, relokasi, pembangunan pasar baru, dan pemeliharaan. Pemkot Pangkalpinang berharap pelayanan pasar rakyat di kota itu semakin tertib, nyaman, dan mampu mengimbangi kebutuhan warga yang terus berkembang.

Reporter: Fajar
Sumber: okeyboz.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top