PANGKALPINANG — Kepala DLH Kota Pangkalpinang Fahrizal menyatakan pihaknya mengerahkan personel bersama jajaran Pemerintah Kota untuk membersihkan ruas jalan tersebut. Kegiatan rutin Jumat Asri kali ini berfokus pada satu titik yang dinilai butuh penanganan berkelanjutan.
Wali Kota Saparudin ikut turun langsung dalam pembersihan. Kehadiran orang nomor satu di lingkungan Pemkot itu menegaskan bahwa persoalan sampah liar di kawasan tersebut belum tuntas meski sudah pernah ditangani.
Fahrizal menyebut pembersihan di Jalan Baru Kampak menuju Jembatan Gantung merupakan yang kedua kalinya dilakukan sepanjang tahun ini. Fakta itu menunjukkan sampah kembali muncul tak lama setelah lokasi dibersihkan.
Lokasi tersebut, menurut Fahrizal, termasuk titik pembuangan sampah liar yang memerlukan perhatian terus-menerus. Persoalannya bukan sekadar volume sampah, tetapi kebiasaan warga yang tetap membuang di tempat yang sama.
"Hari ini kami alhamdulillah kembali melaksanakan kegiatan rutin kita, program Jumat Asri di Kota Pangkalpinang, langsung digawangi oleh Bapak Wali Kota. Kami sama-sama membersihkan Jalan Baru menuju Jembatan Gantung," kata Fahrizal.
Sampah yang sebelumnya sudah diangkut justru ditemukan lagi di lokasi itu. Titik pembuangannya bahkan bergeser semakin maju ke arah jalan, sehingga jangkauan penanganan ikut melebar.
Kondisi itu membuat DLH menilai kegiatan bersih-bersih saja tidak memadai. Diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat agar tidak kembali membuang sampah sembarangan di ruas jalan tersebut.
Fahrizal menyatakan kemunculan kembali tumpukan sampah menjadi perhatian serius. Menurutnya, persoalan ini memperlihatkan masih perlunya dorongan agar warga lebih peduli menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Program Jumat Asri menjadi salah satu cara Pemkot Pangkalpinang menangani titik-titik kotor secara rutin. Kegiatan itu melibatkan lintas instansi dan dipimpin langsung kepala daerah.
Untuk Jalan Baru Kampak, DLH menyoroti perlunya perhatian berkelanjutan mengingat lokasi ini berulang kali kembali kotor. Penanganan tidak bisa berhenti pada pengangkutan sampah, tetapi juga mencegah warga membuang di tempat yang sama.
Pemkot belum menyebut sanksi atau langkah penindakan khusus bagi pembuang sampah liar di kawasan itu. Yang jelas, DLH akan terus memantau titik rawan agar tumpukan tidak kembali muncul dan bergeser ke bagian jalan yang lebih maju.