KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Jawa Timur Park Group menawarkan paket wisata edukasi terpadu melalui empat museum tematik di Kota Batu, bertepatan dengan Hari Museum Nasional 12 Oktober 2026. Keempatnya meliputi Museum Satwa, Museum Tubuh, Museum Angkut, dan Museum Musik Dunia yang berada dalam satu kawasan ekosistem wisata edukasi. Momentum ini menjadi alasan tepat bagi keluarga yang ingin berlibur sekaligus belajar sains dan sejarah.
Manager Marketing dan Public Relations Jawa Timur Park Group, Titik S. Ariyanto, menyebut peringatan Hari Museum Nasional sebagai titik balik untuk memperkuat fungsi museum agar tetap relevan di era modern. Ia menekankan bahwa museum kini berperan sebagai ruang publik yang merekam jejak peradaban, bukan sekadar lorong penyimpanan benda bersejarah.
Museum Satwa mengajak pengunjung mengamati keanekaragaman fauna lewat sekitar 1.000 spesimen awetan yang didatangkan dari berbagai belahan dunia. Diorama yang disusun presisi memperlihatkan peta persebaran spesies sekaligus karakter alami tiap satwa.
Pengalaman di museum ini dilengkapi Wanantara Show, pertunjukan teatrikal bertema kekayaan flora dan fauna. Pertunjukan tersebut mengajak wisatawan mengenal keanekaragaman hayati sekaligus memahami pentingnya pelestarian ekosistem habitat.
Museum Tubuh (The Bagong Adventure) menyuguhkan eksplorasi anatomi manusia melalui replika organ berukuran raksasa. Museum ini memegang rekor MURI sebagai museum dengan koleksi fasilitas edukasi organ tubuh manusia terbesar di Asia Tenggara.
Ada pula pameran cadaver, yakni spesimen preservasi tubuh manusia asli untuk pembelajaran medis. Area khusus ini hanya dibuka bagi pengunjung berusia 18 tahun ke atas agar pemahaman sistem organ berlangsung lebih ilmiah.
Museum Angkut membawa wisatawan menelusuri sejarah moda transportasi dunia lewat koleksi sekitar 350 unit mobil antik dan 150 sepeda motor langka dari berbagai negara. Deretan kendaraan itu menggambarkan evolusi teknologi otomotif, desain estetik, hingga pergeseran fungsi alat transportasi dalam peradaban manusia.
Selain memajang kendaraan eksotis, museum ini menggelar entertainment show untuk menghidupkan suasana sejarah transportasi agar lebih dinamis.
Museum Musik Dunia menyimpan 212 unit instrumen musik tradisional Nusantara, 643 alat musik tradisional mancanegara, 64 instrumen musik klasik, dan 625 piringan hitam langka. Koleksi tersebut menjadi sarana edukasi untuk menyelami keragaman budaya musik dunia sekaligus memahami sejarah teknologi rekaman audio dari masa ke masa.
"Melalui pengoperasian Museum Satwa, Museum Tubuh, Museum Angkut, dan Museum Musik Dunia, JTP Group berupaya menghadirkan ragam perspektif pembelajaran dalam satu kawasan ekosistem wisata edukasi," ujar Titik S. Ariyanto.
"Kami berharap keberadaan museum dapat memantik rasa ingin tahu, memperluas cakrawala berpikir, serta mengerek apresiasi publik terhadap ilmu pengetahuan, sejarah, dan kebudayaan," tambahnya.
Empat museum tematik ini memperkuat konsep edutainment yang diusung JTP Group. Pengunjung tidak hanya mendapat rekreasi visual, tetapi juga kesempatan memetik ilmu baru dengan cara yang menyenangkan.
Karena berada dalam satu kawasan wisata terpadu di Kota Batu, wisatawan bisa menyusun rencana kunjungan ke beberapa museum sekaligus dalam sehari. Informasi terkini soal jam operasional dan harga tiket dapat dikonfirmasi langsung melalui kanal resmi JTP Group atau dinas pariwisata setempat.