SUNGAI SELAN — Sosialisasi Gemarikan di Kecamatan Sungai Selan menyasar 80 ibu yang memiliki anak bawah dua tahun (baduta) dan 40 ibu hamil. Peserta didorong lebih kreatif mengolah ikan menjadi menu baru dan inovatif, agar kegemaran mengonsumsi ikan meningkat. Kegiatan berlangsung di Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah.
Noni Hidayat Arsani dalam sambutannya menyoroti kondisi angka stunting di Kabupaten Bangka Tengah, khususnya Kecamatan Sungai Selan, yang masih cukup tinggi. Tercatat 134 Keluarga Risiko Stunting (KRS) dengan prevalensi sebesar 15,04 persen.
"Angka stunting di Bangka Tengah, khususnya Sungai Selan ini, masih cukup tinggi, padahal daerahnya kaya akan hasil laut. Pengurus dan Kader PKK di Sungai Selan harus lebih peduli dan aktif bergerak," ujar Noni, yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Noni mendorong kader PKK memahami dengan baik bahwa ikan adalah sumber protein, Omega-3 dan Vitamin D. Nutrisi itu sangat dibutuhkan dalam mendorong optimalisasi tumbuh kembang anak-anak di 1.000 hari pertama kehidupan.
Menurut Noni, penanganan stunting idealnya dilakukan secara hulu ke hilir. Upaya itu bahkan perlu dimulai sejak fase sebelum pernikahan.
Peserta sosialisasi diarahkan pada upaya yang dapat dilakukan supaya ke depannya semakin kreatif dalam mengolah ikan. Harapannya, muncul menu-menu baru yang lebih inovatif dan bermuara pada meningkatnya kegemaran mengonsumsi ikan.
Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tema yang diusung, "Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045", menegaskan posisi ikan sebagai bahan pangan utama dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Noni menekankan pentingnya peran pengurus dan kader PKK di Sungai Selan untuk lebih aktif bergerak. Kader PKK dinilai menjadi ujung tombak penyampaian informasi gizi kepada keluarga di tingkat desa dan kelurahan.
Dengan daerah yang kaya hasil laut, ia menilai konsumsi ikan seharusnya bisa menjadi kebiasaan sehari-hari warga pesisir. Kondisi itu sekaligus menjadi peluang menekan angka risiko stunting di wilayah tersebut.