Pencarian

Pemkab Bangka Tengah Bidik 1.023 Keluarga Berisiko Stunting Lewat Program Genting 2026

Minggu, 27 September 2026 • 11:06:02 WIB
Pemkab Bangka Tengah Bidik 1.023 Keluarga Berisiko Stunting Lewat Program Genting 2026
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menargetkan 1.023 keluarga berisiko stunting melalui program Genting pada 2026.

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menyasar 1.023 keluarga berisiko stunting melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) sepanjang 2026. Jumlah itu turun dari sasaran awal 2025 yang mencakup 1.136 keluarga. Kepala DPPKBPPPA Bangka Tengah Wiwik Susanti menyebut dukungan yang diberikan tidak sebatas pemenuhan nutrisi, tetapi juga jamban sehat hingga rumah layak huni.

KOBA — Dukungan bagi keluarga berisiko stunting di Bangka Tengah disalurkan sesuai kebutuhan masing-masing penerima, bukan dengan paket bantuan yang seragam. Kepala DPPKBPPPA Bangka Tengah Wiwik Susanti menjelaskan program Genting berjalan sejak 2025 dan terus diperkuat pada tahun berikutnya.

Pada 2026, sasaran program tercatat 1.023 keluarga. Angka itu lebih kecil dibanding sasaran awal 2025 yang mencapai 1.136 keluarga.

Dukungan Nutrisi hingga Rumah Layak Huni

Wiwik menyatakan bantuan yang disalurkan mencakup beberapa bentuk sekaligus. Selain pemenuhan nutrisi, keluarga sasaran menerima penyediaan jamban sehat dan rumah layak huni.

"Dukungan tidak hanya berupa pemenuhan nutrisi, tetapi juga penyediaan jamban sehat hingga rumah layak huni sesuai kebutuhan keluarga sasaran," katanya.

Program Genting melibatkan sejumlah lembaga dan instansi. Di antaranya Baznas, OJK, Bank Sumsel Babel, Sekretariat Daerah, organisasi perangkat daerah, UPT BKN Provinsi, Kementerian Agama, dan Bank Syariah Babel.

Pendampingan Posyandu Jangkau Ibu Hamil hingga Lansia

Selain Genting, DPPKBPPPA Bangka Tengah memperkuat pencegahan stunting lewat pendampingan Posyandu bersama organisasi perangkat daerah. Sasaran pendampingan mencakup ibu hamil, bayi di bawah dua tahun, balita, remaja, hingga lanjut usia.

Kegiatan di Posyandu meliputi penimbangan, pengukuran tinggi badan, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, serta pemeriksaan kesehatan. Pendampingan itu menyasar kelompok usia yang berbeda dengan satu tujuan: memutus munculnya kasus stunting baru.

Edukasi dan Perubahan Perilaku Jadi Kunci

Wiwik menegaskan intervensi stunting di daerahnya tidak berhenti pada pemberian bantuan. Proses lanjutan berupa edukasi, pemantauan, dan perubahan perilaku keluarga menjadi bagian dari rangkaian program.

"Kita terus berupaya memastikan keluarga memiliki pengetahuan dan dukungan memadai untuk menjaga tumbuh kembang anak serta mencegah munculnya kasus stunting baru," ujarnya.

Pemkab Bangka Tengah menargetkan pencegahan stunting berjalan lewat kolaborasi lintas instansi, mulai dari penyaluran bantuan hingga pendampingan rutin di Posyandu.

Follow belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks