KOBA — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah Zaitun menyatakan pemetaan dilakukan dengan menelusuri data kasus per kecamatan. Dari hasil penelusuran, Lubuk Besar menempati urutan teratas untuk temuan kasus pra-stunting.
"Untuk kasus stunting ataupun pra-stunting kita, yang paling banyak datanya di Kecamatan Lubuk Besar," kata Zaitun di Koba, Kamis.
Lubuk Besar Terbanyak, Koba dan Pangkalanbaru Menyusul
Data hasil audit kasus stunting mencatat Lubuk Besar memiliki tujuh kasus yang diaudit. Koba menyusul dengan enam kasus, lalu Pangkalanbaru dan Namang masing-masing lima kasus.
Simpangkatis tercatat empat kasus, sementara Sungaiselan menjadi wilayah dengan kasus teraudit paling sedikit, yakni tiga kasus.
Sebaran angka itu menjadi acuan Dinkes Bangka Tengah dalam menentukan prioritas intervensi. Wilayah dengan temuan terbanyak mendapat perhatian lebih besar, terutama untuk balita yang masuk kategori berisiko mengalami gangguan pertumbuhan.
Posyandu Jadi Ujung Tombak Pemantauan Balita
Zaitun menyebut pemantauan rutin pertumbuhan dan perkembangan balita dilakukan melalui aktivitas di posyandu. Menurut dia, posyandu berperan sebagai salah satu bentuk intervensi dalam pencegahan dan penanganan stunting.
"Posyandu ini merupakan salah satu bentuk intervensi dalam pencegahan dan penanganan stunting," ujarnya.
Pemantauan diutamakan kepada keluarga yang memiliki balita. Orang tua didorong rutin membawa anak ke posyandu agar memperoleh pelayanan kesehatan sekaligus pemantauan tumbuh kembang.
Semua OPD Dilibatkan, Ini Mekanismenya
Penanganan stunting di Bangka Tengah tidak hanya ditangani dinas kesehatan. Zaitun menyatakan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah terlibat dalam pendampingan posyandu.
Setiap OPD telah memiliki jadwal pendampingan. Keterlibatan mereka diarahkan untuk menggerakkan masyarakat agar datang ke posyandu.
"Semua OPD terlibat dalam Posyandu dengan mekanisme yaitu beberapa OPD menangani beberapa Posyandu," katanya.
Dengan pembagian tugas itu, pemerintah daerah berharap penanganan balita berisiko stunting di Bangka Tengah berjalan sesuai kondisi masing-masing wilayah.