KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — DJI resmi memperkenalkan Mic Mini 2S sebagai penerus lini Mic Mini yang populer di kalangan vlogger. Pembaruan paling signifikan ada pada penambahan memori internal 14,5 GB di setiap transmitter, memungkinkan perekaman cadangan berkualitas studio. Ini adalah jawaban atas kritik utama para profesional yang selama ini menganggap seri Mini kurang aman untuk kebutuhan produksi serius.
Rekaman Internal 32-bit Float dan Kapasitas Penyimpanan
Setiap transmitter kini mampu menyimpan hingga 28 jam audio dalam format 24-bit, atau sekitar 22 jam dalam kualitas 32-bit float. Teknologi 32-bit float ini menjadi nilai jual utama karena mampu mencegah audio pecah (clipping) meskipun level suara tiba-tiba melonjak saat perekaman. Fitur ini memberikan rasa aman ekstra karena file internal bisa menjadi penyelamat jika sinyal nirkabel terganggu.
Bobot transmitter hanya bertambah satu gram dari pendahulunya, tetap ringan di 12 gram. Secara fisik, tombol daya kini berwarna oranye dan logo DJI sedikit menonjol, yang ternyata berfungsi sebagai kunci untuk penutup mikrofon berwarna baru yang disertakan dalam paket penjualan.
Konektivitas Empat Mikrofon dan Ketahanan Baterai
Receiver pada paket kamera kini mendukung koneksi hingga empat transmitter sekaligus, dua kali lipat dari generasi sebelumnya. DJI melengkapi receiver dengan empat LED indikator untuk memudahkan pemantauan koneksi. Untuk audio, pengguna bisa memilih mode mono atau stereo, dan disarankan merekam internal di tiap mikrofon jika ingin memisahkan suara dari empat sumber berbeda saat pasca-produksi.
Daya tahan baterai mencapai 11 jam untuk transmitter dan 10 jam untuk receiver. Casing pengisi daya yang disertakan mampu mengisi ulang ketiga perangkat hingga 3,2 kali, menghasilkan total waktu penggunaan lebih dari 40 jam. Angka ini melampaui kompetitor sekelas seperti Rode Wireless Go III dan Hollyland Lark M2.
Kekurangan yang Masih Tersisa
Meski fitur internal sudah mumpuni, DJI masih belum menyelesaikan satu masalah desain yang dikeluhkan banyak kreator: logo DJI yang menonjol di transmitter. Logo tersebut akan terlihat jelas dalam video, dan belum ada penutup resmi untuk menyamarkannya. Ini menjadi catatan kecil bagi pengguna yang menginginkan tampilan bersih di depan kamera.
Receiver pada Mic Mini 2S juga tidak memiliki layar berwarna seperti saudaranya yang lebih mahal, Mic 3. Kapasitas penyimpanan internalnya pun lebih kecil, namun angka 22 jam per mikrofon dinilai lebih dari cukup untuk kebutuhan harian sebagian besar kreator.
Kemudahan Penggunaan dan Kompatibilitas
Proses setup tetap menjadi keunggulan utama. Transmitter bisa langsung menempel ke pakaian menggunakan klip atau magnet, lalu otomatis terhubung dengan receiver yang dicolokkan ke kamera atau smartphone. Untuk memulai rekaman internal, pengguna cukup menekan tombol daya sekali, dan menekannya lagi untuk berhenti.
Selain receiver, transmitter juga dapat dipasangkan langsung ke smartphone melalui Bluetooth atau ke kamera aksi DJI seperti Osmo Action 6 dan Osmo Pocket 4 lewat sistem OsmoAudio. Fleksibilitas ini membuat Mic Mini 2S cocok untuk berbagai skenario, mulai dari wawancara formal hingga konten harian.
Kesimpulan
DJI Mic Mini 2S berhasil menutup celah terbesar di seri Mini dengan menghadirkan perekaman internal 32-bit float. Bagi kreator yang membutuhkan kualitas audio andal dengan harga terjangkau dan kemudahan penggunaan maksimal, perangkat ini layak menjadi pertimbangan utama. Meski tanpa layar receiver dan masih ada masalah logo, fitur rekaman cadangan dan dukungan empat mikrofon menjadikannya pilihan paling lengkap di kelasnya saat ini.